Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

85 KK Terdampak Kebakaran Bedeng Nakula, Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan

Sebanyak 85 kepala keluarga tercatat terdampak kebakaran permukiman bedeng dan gudang rongsok di Jalan Nakula, Denpasar Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Denpasar — Pemerintah Kota Denpasar menangani puluhan keluarga yang terdampak kebakaran permukiman bedeng dan gudang rongsok di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, dengan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pendampingan sosial.

Data awal Dinas Sosial Kota Denpasar mencatat 22 kepala keluarga (KK) dengan total 62 jiwa terdampak kebakaran yang terjadi sejak Senin malam, 31 Agustus 2026. Namun pendataan lanjutan menunjukkan jumlah korban terdampak meningkat menjadi 85 KK.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, seluruh warga terdampak telah dievakuasi dan diberikan bantuan logistik berupa kebutuhan dasar dan makanan. Pendataan dilakukan untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan mengklasifikasikan warga berdasarkan domisili, termasuk warga dari luar Denpasar dan luar Bali.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika, menjelaskan bahwa angka 85 KK muncul setelah pendataan ulang terhadap warga terdampak yang sebelumnya hanya tercatat 22 KK. Pendataan ini menjadi dasar penyaluran bantuan dan rencana penanganan lanjutan.

  • Data awal mencatat 22 KK atau 62 jiwa terdampak, terdiri atas 42 orang dewasa dan 20 balita.
  • Pendataan lanjutan mencatat 85 KK sebagai korban terdampak kebakaran.
  • Bantuan mencakup logistik, kebutuhan dasar, dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
  • Penanganan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta instansi terkait lainnya.

Bantuan dasar dan pemeriksaan kesehatan

Dinas Sosial Kota Denpasar menyalurkan bantuan logistik segera setelah kebakaran, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak. Bantuan masyarakat berupa sembako dan pakaian layak pakai juga disalurkan melalui posko yang didirikan di sekitar lokasi.

Pemerintah daerah menyiapkan layanan kesehatan untuk memeriksa warga yang terpapar asap dan tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Menurut keterangan Dinas Sosial, asesmen sosial dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga, termasuk kemungkinan pemulangan bagi mereka yang tidak memiliki domisili resmi di Denpasar.

Sejumlah laporan media lokal menyebut jumlah warga terdampak mencapai ratusan KK, namun angka resmi yang digunakan Pemkot Denpasar dalam pendataan bantuan sosial adalah 85 KK. Perbedaan angka ini terkait cakupan pendataan antara warga penghuni bedeng dan warga lain yang terdampak secara tidak langsung.

Pemadaman menggunakan ekskavator

Kebakaran di kawasan bedeng dan gudang rongsok di Jalan Nakula sulit dipadamkan karena titik api berada di bawah tumpukan puing dan sampah. Untuk mempercepat pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggaruk tumpukan material sehingga air dapat menjangkau api di bagian bawah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan penggunaan ekskavator diperlukan karena semprotan air dari permukaan tidak mampu memadamkan api yang tersembunyi di bawah tumpukan sampah. Ia memperkirakan proses pemadaman membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, dengan kendala utama berupa banyaknya titik api yang tertimbun seng dan rongsokan.

Sejak Senin malam, belasan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dikerahkan ke lokasi. Api sempat padam namun kembali membesar pada Selasa sore, sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga beberapa hari berikutnya.

Selain petugas pemadam kebakaran, aparat TNI juga diterjunkan untuk membantu pengamanan lokasi dan mendukung penanganan warga terdampak. Pemerintah daerah menyatakan penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pemulihan kondisi sosial warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.