Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

RSUD Klungkung Perkuat Layanan Digital dan Peran Rumah Sakit Pendidikan

RSUD Kabupaten Klungkung menguatkan rekam medis elektronik, resep elektronik, dan pendaftaran daring yang terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Klungkung — RSUD Kabupaten Klungkung di Semarapura mengembangkan layanan berbasis digital untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi penanganan pasien rawat jalan maupun rawat inap. Menurut Direktur RSUD Klungkung dr. I Nengah Winata, transformasi ini mencakup penerapan rekam medis elektronik, resep elektronik, serta pendaftaran pasien secara daring sebagai bagian dari integrasi sistem informasi rumah sakit.

Winata menyatakan pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian dari transformasi layanan rumah sakit. Pengembangan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi kesehatan.

Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Klungkung memungkinkan identitas, riwayat kesehatan dan pengobatan pasien tersimpan secara digital dalam satu nomor rekam medis terpusat. Sistem ini mulai diluncurkan pada 2021 bersama inovasi Sistem Informasi Medis on Tablet (SIM OnTa) yang memudahkan dokter penanggung jawab pelayanan mengakses data medis melalui gawai tablet.

Rekam Medis, Resep, dan Pendaftaran Terintegrasi

Tenaga medis di ruang pelayanan memasukkan data pasien ke dalam aplikasi rekam medis elektronik yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen rumah sakit. Integrasi bertahap modul SIMRS disebut dalam laporan kinerja rumah sakit sebagai upaya agar seluruh unit layanan dan manajemen terhubung dalam satu sistem.

RSUD Klungkung juga mengembangkan e-resep yang menghubungkan pelayanan di poliklinik dengan instalasi farmasi, sehingga alur pemberian obat lebih terstruktur dan mengurangi ketergantungan pada dokumen kertas. Menurut pemberitaan media lokal, beberapa produk layanan berbasis elektronik yang telah berjalan di RSUD Klungkung antara lain e-rekam medis, e-jaspel, e-resep, dan pendaftaran pasien secara daring.

Untuk pasien rawat jalan, RSUD Klungkung menyediakan pendaftaran secara daring melalui aplikasi Santipadu, yang berfungsi sebagai sistem antrean dan pengaduan masyarakat. Rumah sakit juga memanfaatkan integrasi dengan aplikasi Mobile JKN dan i-CARE BPJS guna mendukung transformasi digital Program Jaminan Kesehatan Nasional, termasuk antrean berbasis daring bagi peserta JKN.

Dalam sebuah kegiatan diskusi layanan bersama BPJS, Winata menekankan perlunya sarana prasarana digital seperti fingerprint, tablet untuk dokter penanggung jawab, serta integrasi sistem klaim virtual, satu sehat, Mobile JKN, dan rekam medis elektronik sebagai bagian dari komitmen rumah sakit menerapkan transformasi digital.

Ditenagai 1.064 SDM Kesehatan

Transformasi layanan tersebut ditopang sumber daya manusia yang besar. RSUD Kabupaten Klungkung menyebut memiliki 1.064 tenaga yang terdiri atas tenaga medis, tenaga kesehatan lain, dan tenaga manajemen. Dari jumlah itu, terdapat 58 dokter spesialis, serta sejumlah dokter subspesialis dan dokter fellowship yang memperkuat layanan rujukan di Bali Timur.

Media nasional yang menulis profil RSUD Klungkung menggambarkan rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan utama di kawasan Bali Timur, dengan ratusan perawat dan bidan yang mendukung pelayanan intensif dan gawat darurat. Laporan itu menyebut transformasi dari fasilitas darurat bencana Gunung Agung menjadi rumah sakit rujukan yang didukung pengembangan fisik, SDM, dan sistem digital.

Peran Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan

RSUD Klungkung berstatus rumah sakit umum kelas B dan dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan. Keputusan Gubernur Bali pada 2017 menaikkan statusnya menjadi RSU kelas B non pendidikan, yang kemudian diperkuat dengan penetapan sebagai RSU kelas B pendidikan yang berfungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu.

Menurut pemberitaan media nasional, status rumah sakit pendidikan memperluas fungsi RSUD Klungkung, tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan. Pihak rumah sakit menyatakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dapat tersebar di sejumlah rumah sakit pendidikan, sehingga tenaga kesehatan yang ingin belajar dan berlatih tidak harus terpusat di satu lokasi.

Dalam berbagai kesempatan, manajemen RSUD Klungkung menempatkan penguatan tim teknologi informasi sebagai bagian penting dari strategi pelayanan. Winata menyebut SDM teknologi informasi sebagai unsur yang mengalirkan data yang dibutuhkan setiap unit pelayanan, dan menyatakan rumah sakit terus memperkuat tim ini untuk menjaga kinerja sistem digital yang sudah berjalan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.