Badung Terapkan PM-AAS, Target Produksi Padi 10–12 Ton per Hektare
Pemkab Badung memulai penerapan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Abiansemal, pada 29 Agustus 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Badung — Pemerintah Kabupaten Badung mulai menerapkan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui gerakan tanam padi di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Penanaman perdana dilakukan di areal seluas 50 hektare dengan target produksi sekitar 10–12 ton gabah per hektare dan proyeksi total hasil 500–550 ton Gabah Kering Panen (GKP).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri langsung gerakan tanam tersebut. Menurut pemberitaan pemerintah daerah, penerapan teknologi PM-AAS diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan efisiensi budidaya padi di wilayah setempat.
Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung menyalurkan bantuan benih, pupuk, dan sarana produksi untuk mendukung implementasi PM-AAS. Pemerintah daerah juga menggandeng Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana sebagai offtaker atau penjamin pasar bagi gabah petani Subak Tanah Yeng.
Teknologi dan target produksi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menjelaskan PM-AAS merupakan program sinergis antara Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kelembagaan petani, dan unit balai riset pertanian di Bali. Ia menyebut sistem ini menerapkan standardisasi ketat pada seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan presisi, tata kelola air digital dan terukur, hingga pemupukan, pemeliharaan, dan pengendalian hama berbasis data satelit dan sensor.
Menurut Raka Sukadana, dengan pengawalan intensif penyuluh pertanian, produktivitas padi ditargetkan melonjak menjadi sekitar 10–12 ton per hektare, jauh di atas rata-rata pola konvensional sekitar 6,5 ton per hektare di Badung. Dari lahan percontohan 50 hektare di Subak Tanah Yeng, Diperpa Badung memproyeksikan produksi gabah mencapai 500–550 ton GKP.
Gerakan tanam di Subak Tanah Yeng juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dan Subak Tanah Yeng terkait penyerapan gabah hasil PM-AAS.
Anggaran dan rencana perluasan
Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan PM-AAS. Dana tersebut dialokasikan guna memperluas penerapan sistem pertanian modern ini ke lahan seluas total 40 hektare di empat kecamatan, yakni 16 hektare di Abiansemal, 10 hektare di Mengwi, 10 hektare di Kuta Utara, dan 4 hektare di Petang.
Selain dukungan APBD, Dinas Pertanian dan Pangan Badung menyebut adanya rencana dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk perluasan PM-AAS di wilayah itu seluas sekitar 194 hektare. Program nasional PM-AAS sendiri diklaim Kementerian Pertanian mampu meningkatkan produktivitas padi dari kisaran 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan hingga sekitar 12–13 ton per hektare.
Di Badung, pemerintah daerah juga menyiapkan demplot percontohan masing-masing seluas 5 are di seluruh kecamatan sebagai ruang edukasi bagi petani sebelum penerapan lebih luas. Penyuluh Pertanian Lapangan mengawal proses budidaya di demplot dan lahan percontohan Subak Tanah Yeng agar standar teknis PM-AAS diterapkan konsisten.
Pemerintah daerah berharap kerja sama teknologi budidaya, dukungan sarana produksi, dan kepastian pasar melalui offtaker mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga pasokan beras dari wilayah Badung.
Sumber
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

