Sopir Truk Asal Karangasem Meninggal Setelah Dibakar Bosnya
I Gede Selamet, sopir truk asal Desa Muncan, Karangasem, meninggal di RSUP Prof. Ngoerah pada 25 September 2026 setelah dirawat akibat luka bakar luas dan kerusakan saluran pernapasan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — I Gede Selamet, 21 tahun, sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, meninggal di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, pada Jumat, 25 September 2026.
Mengapa ini penting: Kematian Selamet menjadi perkembangan baru dalam perkara pembakaran sopir truk asal Karangasem dan memengaruhi proses pemulangan jenazah ke Desa Muncan.
Kepala Desa Muncan I Wayan Tunas membenarkan kabar kematian Selamet. Menurut laporan Balipost, korban meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama tujuh hari akibat luka bakar luas dan kerusakan pada saluran pernapasan serta paru-paru.
Balipost melaporkan Selamet mengalami luka bakar sekitar 68 persen dan trauma inhalasi. Ia dirujuk dari RSUD Karangasem ke RSUP Prof. Ngoerah pada 18 September 2026 dan tidak pernah sadar selama menjalani perawatan intensif.
Selamet merupakan korban pembakaran yang diduga dilakukan atasannya, I Putu Cahyadi Putra, 37 tahun. DetikBali melaporkan polisi telah menangani perkara tersebut setelah korban dibakar oleh bosnya.
Menurut NusaBali, jenazah Selamet masih dititipkan di ruang jenazah RSUP Prof. Ngoerah pada Jumat siang. Keluarga masih menunggu waktu yang memungkinkan untuk memulangkannya karena desa tempat korban tinggal sedang menjalani rangkaian hari raya.
Balipost melaporkan rumah sakit juga menyampaikan kondisi korban memburuk setelah luka bakar luas dan kerusakan saluran pernapasan serta paru-paru. Jenazah belum langsung dibawa ke rumah duka pada hari kematian.
Perkara pembakaran
Kematian Selamet mengubah perkara yang sebelumnya berkaitan dengan korban luka menjadi perkara dengan korban meninggal. DetikBali mengidentifikasi I Putu Cahyadi Putra sebagai bos korban dan melaporkan bahwa ia diduga membakar Selamet.
Informasi mengenai waktu pemulangan jenazah belum disertai kepastian tanggal dalam laporan yang diperoleh. NusaBali menyebut keluarga masih menunggu waktu yang memungkinkan di tengah suasana hari raya di Desa Muncan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Sultan Dorong Pengelolaan Sampah Bali Berbasis Adat di Denpasar
Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan dorongan itu dalam Dialog Kenegaraan di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Pengelolaan diminta melibatkan…
Terbaru di Kabupaten/Kota

Berita utama hari ini

Baca juga





