Raja Buleleng: Panji Sakti dan Sejarah Kerajaan di Bali Utara
Raja Buleleng yang paling dikenal adalah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti, pendiri kerajaan dan tokoh yang dikaitkan dengan lahirnya Singaraja. Sejarahnya berlanjut hingga penaklukan Belanda pada 1849.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
“Raja Buleleng” merujuk pada penguasa Kerajaan Buleleng di Bali Utara, bukan jabatan pemerintahan Kabupaten Buleleng saat ini. Tokoh yang paling sering dikaitkan dengan awal kerajaan itu ialah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti, pendiri Singaraja dan pemimpin yang menyatukan wilayah Den Bukit, menurut laman resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Siapa raja pertama Buleleng?
Raja yang paling dikenal sebagai pendiri Kerajaan Buleleng adalah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Laman sejarah Kota Singaraja milik Pemerintah Kabupaten Buleleng menyebut penduduk Desa Gendis dan sekitarnya menobatkannya dengan gelar tersebut.
Panji Sakti sebelumnya dikenal sebagai Ki Barak Panji. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengaitkan kepemimpinannya dengan pembentukan pasukan Truna Goak dan perluasan pengaruh kerajaan ke wilayah Bali Utara.
Kapan Singaraja menjadi pusat kerajaan?
Menurut Pemerintah Kabupaten Buleleng, istana baru dibangun pada 30 Maret 1604 di wilayah yang kemudian disebut Singaraja. Nama itu dikaitkan dengan keberanian Panji Sakti yang disamakan dengan singa.
Tirto menulis bahwa Kerajaan Buleleng mulai berdiri pada 1660. Perbedaan penanggalan ini menunjukkan bahwa sejarah lokal membedakan antara pembangunan pusat kerajaan dan pembentukan kerajaan sebagai entitas politik.
Bagaimana perubahan kekuasaan di Buleleng?
Setelah Panji Sakti wafat pada 1704, kekuasaan Buleleng mengalami kemunduran. Tirto mencatat Buleleng berada di bawah Kerajaan Mengwi pada 1732, kembali merdeka pada 1752, lalu jatuh ke dalam kekuasaan Karangasem pada 1780.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mencatat perubahan kekuasaan dan perkembangan Singaraja sebagai pusat pemerintahan di Bali Utara. Karena itu, istilah “raja Buleleng” dapat merujuk kepada beberapa penguasa dalam periode yang berbeda, bukan hanya Panji Sakti.
Siapa raja Buleleng ketika melawan Belanda?
Pada fase akhir kerajaan, Buleleng menghadapi serangan Belanda. Tirto menyebut perang berlangsung pada 1846 hingga 1849, sedangkan sumber resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng mencatat benteng pertahanan di Jagaraga menjadi bagian penting dari perlawanan.
Dalam penjelasan sejarah Kerajaan Buleleng, Tirto menyebut I Gusti Made Karangasem memerintah pada 1825 dengan I Gusti Ketut Jelantik sebagai patih. Kekalahan pada 1849 menandai berakhirnya kedaulatan kerajaan di bawah tekanan kolonial Belanda.
Mengapa tokoh ini penting bagi Buleleng sekarang?
Panji Sakti penting dalam sejarah Kabupaten Buleleng karena namanya terkait dengan asal-usul pusat kekuasaan, pembentukan Singaraja, dan identitas Bali Utara. Laman resmi pemerintah daerah menempatkan kisah itu sebagai bagian dari pusaka budaya Buleleng.
Dengan demikian, jawaban singkat atas “raja Buleleng” adalah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sebagai pendiri yang paling dikenal. Namun, pembahasan sejarahnya perlu mencakup pergantian penguasa dan jatuhnya kerajaan pada 1849.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Delapan Ranperbup Buleleng Masuk Harmonisasi
Pemkab Buleleng membahas delapan ranperbup yang mencakup bantuan pendidikan, penghasilan ASN, konflik kepentingan, serta pajak dan retribusi. Rancanga…
Terbaru di Kabupaten/Kota
Berita utama hari ini

Baca juga





