Bali Aktual

Rabu, 14 Oktober 2026

92 SPBU di Denpasar dan Badung Beroperasi 24 Jam Mulai 13 Oktober

Pertamina dan Pemerintah Provinsi Bali mengoperasikan 92 SPBU di Denpasar dan Badung selama 24 jam mulai 13 Oktober 2026 untuk mengurai antrean akibat gangguan distribusi BBM.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stasiun pengisian bahan bakar yang sepi di malam hari dengan pencahayaan bernuansa biru.
Ilustrasi: Stasiun pengisian bahan bakar yang sepi di malam hari dengan pencahayaan bernuansa biru. · Foto: Lorenzo Manera / Pexels

Denpasar dan Badung — Pertamina dan Pemerintah Provinsi Bali mengoperasikan 92 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam mulai Selasa malam, 13 Oktober 2026, di Denpasar dan Badung untuk mengurai antrean kendaraan.

Mengapa ini penting: Mulai 13 Oktober 2026, warga Denpasar dan Badung mendapat layanan SPBU 24 jam, sedangkan Tabanan dan Gianyar diperkirakan menyusul dalam satu hingga dua hari.

Keputusan itu diambil setelah Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pada 13 Oktober 2026. Antrean terjadi di sejumlah SPBU setelah distribusi BBM dari depo ke SPBU terlambat dan permintaan warga meningkat.

Menurut Tribun Bali, Pertamina menjelaskan keterlambatan itu berkaitan dengan kendala teknis pada kapal pengangkut BBM saat hendak menurunkan jangkar untuk membongkar muatan. Jadwal bongkar muat yang semestinya berlangsung pukul 06.30 WITA mundur hingga pukul 22.00 WITA.

Koster mengatakan stok BBM di depo Pertamina tersedia. Namun, jumlah warga yang datang ke SPBU secara bersamaan meningkat hingga dua atau tiga kali lipat dari kondisi normal sehingga distribusi tidak mampu segera mengimbangi permintaan di lapangan.

Pertamina mempercepat pengiriman BBM dari kapal dan depo ke SPBU, menambah ritase mobil tangki, serta menambah operator. Menurut Detik Bali, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan pasokan 26.200 kiloliter yang dikirim bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.

Pelayanan 24 jam akan berlangsung sampai kondisi kembali normal. Pertamina menyatakan pengoperasian serupa akan segera diterapkan di Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari setelah kebijakan berlaku di Denpasar dan Badung.

Gangguan tersebut terutama dirasakan pada penjualan Pertalite dan Pertamax. Antrean juga dilaporkan menyebabkan kemacetan di kawasan Renon, Denpasar, sementara pemerintah daerah mengerahkan petugas untuk mengatur lalu lintas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.