Bali Aktual

Selasa, 13 Oktober 2026

BMKG Tetapkan Sebagian Bali Masuk Zona Awas Kekeringan

BMKG menempatkan sebagian wilayah Bali dalam kategori Awas kekeringan meteorologis pada 11–20 Oktober 2026. Warga diminta menghemat air dan tidak membakar lahan atau sampah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dengan sedikit rumput hijau.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering yang retak-retak dengan sedikit rumput hijau. · Foto: Valerie Sidorova / Pexels

Denpasar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan sebagian wilayah Bali ke kategori Awas kekeringan meteorologis untuk Dasarian II Oktober 2026, periode 11–20 Oktober 2026. Imbauan berlaku bagi warga di wilayah terdampak pada Selasa, 13 Oktober 2026: gunakan air secukupnya dan hindari kegiatan yang dapat memicu kebakaran.

Peringatan ini merupakan bagian dari pemetaan BMKG untuk kondisi kekeringan meteorologis. Kategori Awas menjadi tingkat tertinggi setelah Waspada dan Siaga. Rincian kabupaten atau kota di Bali yang masuk kategori tersebut perlu dilihat melalui peta peringatan dini BMKG, karena laporan yang tersedia hanya menyebut sebagian wilayah Bali.

Hemat air dan cegah kebakaran selama kemarau

Bagi krama, rumah tangga, pelaku usaha, dan pengelola subak, perubahan yang bisa dilakukan hari ini adalah mengurangi pemakaian air yang tidak perlu serta mengelola persediaan air secara bijak. Warga juga diminta tidak membakar lahan atau sampah. Aktivitas luar ruangan pada siang hari sebaiknya dikurangi bila memungkinkan.

BMKG menyebut curah hujan kategori rendah, yaitu kurang dari 50 milimeter per dasarian, diprakirakan terjadi di Bali pada Dasarian II Oktober 2026. Dasarian adalah periode sepuluh hari dalam satu bulan. Kondisi ini berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau.

Risiko yang perlu diperhatikan bukan hanya berkurangnya ketersediaan air. Pembakaran sampah, lahan, atau kegiatan lain yang menghasilkan api dapat memperbesar peluang kebakaran saat kondisi kering. Warga dapat memantau peta peringatan dini kekeringan meteorologis dan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Hari ini, pembaca di Bali perlu menyesuaikan pemakaian air dengan kebutuhan, menunda pembakaran sampah atau lahan, dan mengecek status wilayah masing-masing sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.