Bali Aktual

Selasa, 13 Oktober 2026

Wisatawan Australia Kenang Korban Bom Bali di Legian

Wisatawan Australia mengenang korban Bom Bali di Ground Zero, Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, pada 12 Oktober 2026. Peringatan diisi doa lintas agama, peletakan bunga, dan penyalaan lilin.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lorong panjang berdinding kaca dan berstruktur baja yang kosong serta sunyi.
Ilustrasi: Lorong panjang berdinding kaca dan berstruktur baja yang kosong serta sunyi. · Foto: Adrien Olichon / Pexels

Mangupura — Wisatawan Australia datang ke Monumen Bom Bali di Jalan Raya Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, pada Senin, 12 Oktober 2026, untuk mengenang korban tragedi Bom Bali. Mereka berkunjung saat sedang berlibur di Bali dan memberikan penghormatan kepada korban, termasuk warga Australia.

Peringatan ke-24 tragedi Bom Bali berlangsung di Tugu Peringatan Bom Bali atau Ground Zero. Kegiatan ini dihadiri keluarga korban, warga lokal, wisatawan mancanegara, perwakilan pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, pecalang, serta masyarakat. Pecalang adalah petugas keamanan adat Bali yang membantu menjaga ketertiban di lingkungan desa adat.

Rangkaian acara meliputi Tarian Perdamaian Maragapuja, sambutan Bupati Badung, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta testimoni penyintas. Acara dilanjutkan doa lintas agama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kuta, nyanyian perdamaian, peletakan bunga, dan penyalaan lilin.

Tragedi Bom Bali terjadi pada 12 Oktober 2002. Sebanyak 202 orang meninggal dunia, termasuk 88 warga Australia. Wisatawan dari Melbourne, Kris Vella dan Blake Caddy, datang untuk memberikan penghormatan. Wisatawan dari Sydney, Kylie dan Jason, juga mengunjungi monumen tersebut.

Peringatan di Kuta mengingatkan pengunjung pada fungsi Ground Zero

Bagi pembaca yang berada di Kuta, Badung, Ground Zero menjadi ruang peringatan yang didatangi keluarga korban, krama, dan wisatawan mancanegara. Doa lintas agama melibatkan enam pemuka agama yang mewakili Hindu, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Khonghucu. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen menjaga perdamaian dan hubungan antarumat beragama.

Acara dimulai pukul 17.00 WITA. Tidak ada perubahan tarif, jadwal penerbangan, atau penutupan kawasan yang disebut dalam laporan. Pembaca yang menuju Jalan Raya Legian pada hari peringatan perlu memperhitungkan adanya rangkaian kegiatan di sekitar monumen.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.