Bali Aktual

Selasa, 13 Oktober 2026

Puputan Badung 1906: Perlawanan Terakhir Kerajaan Badung

Puputan Badung pada 20 September 1906 bukan sekadar pertempuran di Denpasar. Peristiwa ini mengakhiri Kerajaan Badung dan meninggalkan jejak ingatan di Lapangan Puputan Badung.

Oleh

· 3 menit baca

Puputan Badung adalah perlawanan terakhir Kerajaan Badung terhadap ekspedisi militer Belanda pada 20 September 1906. Raja, keluarga kerajaan, pejabat agama, dan pengikutnya keluar dari lingkungan puri dalam prosesi bersenjata tradisional, lalu menghadapi pasukan Belanda yang menggunakan senjata api. Peristiwa itu mengakhiri kekuasaan Kerajaan Badung dan kini dikenang di pusat Denpasar.

Apa arti puputan dalam sejarah Badung?

Istilah puputan berkaitan dengan makna berakhir atau menamatkan. Dalam konteks sejarah Bali, istilah itu merujuk pada perlawanan sampai titik akhir ketika sebuah kerajaan memilih tidak menyerah kepada musuh.

Catatan Bali Frontier menjelaskan bahwa pada 20 September 1906 rombongan raja, keluarga, pendeta, dan pengikutnya keluar dari puri dengan pakaian putih serta keris. Pasukan Belanda kemudian menembaki rombongan tersebut; sebagian korban tewas dalam serangan dan sebagian lain mengakhiri hidupnya sendiri.

Mengapa Belanda menyerang Kerajaan Badung?

Salah satu pemicu yang dicatat dalam sumber sejarah adalah kandasnya kapal dagang Sri Kumala di sekitar Sanur pada 1904. Belanda menuntut ganti rugi atas muatan kapal, sedangkan pihak Badung menolak tuntutan yang dianggap mengurangi kewenangan kerajaan.

Menurut kamus digital Basa Bali, kapal itu kandas pada 27 Mei 1904 dan peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi sengketa dengan kerajaan. Pada September 1906, ekspedisi Belanda mendarat di pesisir selatan Bali dan bergerak menuju pusat Badung di Denpasar, menurut Bali Frontier.

Siapa yang memimpin dan bagaimana peristiwanya berlangsung?

Raja Badung yang memimpin perlawanan itu adalah I Gusti Ngurah Made Agung. Sumber Basa Bali menyebut puncak peristiwa berlangsung pada 20 September 1906, ketika pasukan Belanda menyerang dari arah barat dan menembakkan meriam ke Puri Pemecutan.

Gambaran prosesi menunjukkan bahwa puputan bukan hanya pertempuran antarpasukan. Keluarga kerajaan, bangsawan, pendeta, perempuan, dan anak-anak turut muncul dalam rombongan, sehingga monumen di Lapangan Puputan Badung menampilkan perlawanan sebagai pengalaman sebuah komunitas kerajaan.

Di mana jejak Puputan Badung dapat ditemukan?

Lapangan Puputan Badung berada di pusat Kota Denpasar dan menjadi ruang publik sekaligus penanda ingatan sejarah. Nama lapangan itu kemudian dikaitkan dengan I Gusti Ngurah Made Agung; kamus Basa Bali mencatat perubahan nama tersebut melalui keputusan wali kota pada 10 September 2009.

Monumen di lapangan menggambarkan tokoh-tokoh yang bergerak maju membawa senjata tradisional. Letaknya di tengah ruang kota membuat peringatan terhadap peristiwa 1906 hadir berdampingan dengan kegiatan warga, bukan hanya sebagai catatan di ruang tertutup.

Apa dampaknya bagi sejarah Bali?

Puputan Badung menandai berakhirnya kedaulatan Kerajaan Badung dan menjadi bagian dari rangkaian penaklukan kerajaan-kerajaan Bali oleh Belanda. Bali Frontier mencatat puputan berikutnya di Klungkung terjadi pada 1908, dua tahun setelah peristiwa di Badung.

Karena itu, Puputan Badung perlu dibaca dalam dua lapis: sebagai tragedi militer yang menewaskan anggota kerajaan dan pengikutnya, serta sebagai simbol perlawanan terhadap pemaksaan kekuasaan kolonial. Bagi Denpasar, ingatan tersebut melekat pada nama lapangan dan ruang kota yang digunakan setiap hari.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.