Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

Kariyasa Soroti Fasilitas Olahraga Buleleng Setelah KMS Cup XIII

I Ketut Kariyasa Adnyana menilai fasilitas olahraga Buleleng belum seimbang dengan antusiasme anak muda. Evaluasi itu disampaikan setelah KMS Soekarno Cup XIII berakhir di Singaraja.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Gulungan ombak besar di laut di bawah sinar matahari dan langit cerah.
Ilustrasi: Gulungan ombak besar di laut di bawah sinar matahari dan langit cerah. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Singaraja — Anggota DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai fasilitas olahraga di Kabupaten Buleleng belum mengimbangi antusiasme anak muda setelah KMS Soekarno Cup XIII berakhir pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Catatan itu disampaikan di GOR Bhuana Patra Singaraja, tempat turnamen futsal pelajar tersebut berlangsung. Kariyasa menyebut tingginya jumlah peserta dan penonton memperlihatkan olahraga masih menarik bagi generasi muda Buleleng. Pada saat yang sama, kapasitas GOR dinilai tidak lagi mencukupi dan aspek keamanan perlu diperhatikan ketika jumlah penonton meningkat.

Evaluasi setelah turnamen menyoroti kebutuhan fasilitas olahraga yang layak serta pembinaan berjenjang. Kariyasa mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Provinsi Bali memperhatikan infrastruktur olahraga agar anak muda memiliki ruang yang memadai untuk beraktivitas positif.

Fasilitas dan pembinaan perlu berjalan bersama

Menurut Kariyasa, KMS Soekarno Cup XIII juga memperlihatkan adanya atlet Porjar dan atlet dari Buleleng yang berpotensi dikembangkan. Pengurus cabang olahraga bersama pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan pembinaan berjenjang sejak tingkat SMP hingga SMA.

Atlet pelajar yang berprestasi dalam turnamen seperti KMS juga didorong mendapat pembinaan lanjutan. Dukungan pendidikan berupa beasiswa dapat dipertimbangkan bagi atlet berprestasi yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Turnamen ini tidak hanya dipandang dari hasil pertandingan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, serta menyalurkan energi melalui kegiatan positif. Antusiasme peserta juga terlihat dari kegiatan membuat yel-yel, seragam, dan spanduk.

Bagi pembaca di Buleleng, perubahan yang perlu dicatat hari ini adalah perhatian pemerintah daerah diarahkan pada kelayakan fasilitas dan kesinambungan pembinaan atlet. Belum ada jadwal pembangunan atau keputusan anggaran baru yang disebut dalam laporan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Olahraga

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.