Kariyasa Soroti Fasilitas Olahraga Buleleng Setelah KMS Cup XIII
I Ketut Kariyasa Adnyana menilai fasilitas olahraga Buleleng belum seimbang dengan antusiasme anak muda. Evaluasi itu disampaikan setelah KMS Soekarno Cup XIII berakhir di Singaraja.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Singaraja — Anggota DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai fasilitas olahraga di Kabupaten Buleleng belum mengimbangi antusiasme anak muda setelah KMS Soekarno Cup XIII berakhir pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Catatan itu disampaikan di GOR Bhuana Patra Singaraja, tempat turnamen futsal pelajar tersebut berlangsung. Kariyasa menyebut tingginya jumlah peserta dan penonton memperlihatkan olahraga masih menarik bagi generasi muda Buleleng. Pada saat yang sama, kapasitas GOR dinilai tidak lagi mencukupi dan aspek keamanan perlu diperhatikan ketika jumlah penonton meningkat.
Evaluasi setelah turnamen menyoroti kebutuhan fasilitas olahraga yang layak serta pembinaan berjenjang. Kariyasa mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Provinsi Bali memperhatikan infrastruktur olahraga agar anak muda memiliki ruang yang memadai untuk beraktivitas positif.
Fasilitas dan pembinaan perlu berjalan bersama
Menurut Kariyasa, KMS Soekarno Cup XIII juga memperlihatkan adanya atlet Porjar dan atlet dari Buleleng yang berpotensi dikembangkan. Pengurus cabang olahraga bersama pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan pembinaan berjenjang sejak tingkat SMP hingga SMA.
Atlet pelajar yang berprestasi dalam turnamen seperti KMS juga didorong mendapat pembinaan lanjutan. Dukungan pendidikan berupa beasiswa dapat dipertimbangkan bagi atlet berprestasi yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Turnamen ini tidak hanya dipandang dari hasil pertandingan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, serta menyalurkan energi melalui kegiatan positif. Antusiasme peserta juga terlihat dari kegiatan membuat yel-yel, seragam, dan spanduk.
Bagi pembaca di Buleleng, perubahan yang perlu dicatat hari ini adalah perhatian pemerintah daerah diarahkan pada kelayakan fasilitas dan kesinambungan pembinaan atlet. Belum ada jadwal pembangunan atau keputusan anggaran baru yang disebut dalam laporan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Inflasi Bali September Naik, Tabanan Tertinggi 4,54 Persen
Inflasi tahunan Bali pada September 2026 naik menjadi 3,79 persen. Tabanan tertinggi 4,54 persen, sementara cabai rawit dan daging ayam ras menekan ha…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





