Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

BPBD Bali Catat 16 Kejadian, Buleleng Terbanyak

BPBD Bali mencatat 16 kejadian pada 28 September–4 Oktober 2026. Buleleng terbanyak dengan enam kejadian, sementara Jembrana menerima 74.000 liter air bersih.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Taman Nasional Bali Barat, terletak di bagian barat pulau Bali, Kabupaten Buleleng dan Jembrana.
Foto arsip: Taman Nasional Bali Barat, terletak di bagian barat pulau Bali, Kabupaten Buleleng dan Jembrana. · Foto: Efbahri / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Denpasar — Pembaruan per 8 Oktober 2026 mencatat 16 kejadian bencana di Bali pada periode 28 September–4 Oktober 2026, dengan Buleleng menjadi kabupaten yang paling banyak melaporkan kejadian, yakni enam kasus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyebut kejadian itu terdiri atas sembilan kebakaran hutan dan lahan, lima kebakaran gedung dan permukiman, serta dua cuaca ekstrem. Tidak ada laporan dampak masif maupun korban jiwa dalam rekap tersebut.

Kabupaten lain yang tercatat dalam laporan ialah Karangasem dengan tiga kejadian dan Badung dengan dua kejadian. Tabanan, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Bangli masing-masing mencatat satu kejadian. Di Buleleng, laporan mencakup kebakaran lahan serta angin kencang yang merusak atap rumah warga.

Dalam periode yang sama, BPBD Bali juga mencatat distribusi air bersih sebanyak 164.000 liter di lima kabupaten, yaitu Jembrana, Buleleng, Tabanan, Klungkung, dan Badung. Jembrana menerima bagian terbesar, sebanyak 74.000 liter. Penyaluran berlangsung di sejumlah lokasi di Kecamatan Mendoyo, Negara, Melaya, dan Jembrana. Kecamatan adalah wilayah administratif di bawah kabupaten; laporan tidak merinci desa untuk seluruh titik penyaluran Jembrana.

Enam kejadian Buleleng dan 74.000 liter air untuk Jembrana

Bagi pembaca di Bali, pembaruan ini berarti kebutuhan air bersih masih ditangani bersamaan dengan respons terhadap kebakaran dan cuaca ekstrem. Warga di wilayah penyaluran dapat mengikuti informasi BPBD kabupaten, termasuk jadwal kedatangan tangki atau titik pembagian air, karena distribusi dilakukan di lokasi yang mengalami keterbatasan pasokan.

Distribusi air di Jembrana dilakukan BPBD Jembrana bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana. Di Buleleng, 35.000 liter disalurkan antara lain ke Desa Tejakula, Desa Cempaga, dan Desa Sinabun oleh BPBD Buleleng bersama PMI dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng.

Laporan sebelumnya mencatat 30 kejadian pada 21–27 September 2026, sehingga angka terbaru merujuk pada periode pelaporan berikutnya, bukan penjumlahan otomatis seluruh kejadian sebelumnya. Untuk hari ini, perubahan yang perlu diperhatikan pembaca adalah status distribusi air bersih: Jembrana menjadi penerima terbesar dalam rekap terbaru dengan 74.000 liter.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.