Bali Aktual

Rabu, 30 September 2026

Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Resmi Dimulai

Pengembangan PPN Pengambengan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, dimulai pada 29 September 2026. Proyek sekitar Rp1,2 triliun ditargetkan selesai akhir 2028 atau awal 2029.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan jaring nelayan di tepi dermaga dengan latar belakang perahu-perahu bersandar di perairan laut.
Ilustrasi: Tumpukan jaring nelayan di tepi dermaga dengan latar belakang perahu-perahu bersandar di perairan laut. · Foto: Nascimento Jr. / Pexels

Negara — Proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, senilai sekitar Rp1,2 triliun resmi dimulai pada Selasa, 29 September 2026. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Bali Wayan Koster.

Pengembangan ini mencakup penataan kawasan pelabuhan perikanan terpadu. Pemerintah menargetkan pekerjaan selesai pada akhir 2028 atau awal 2029. Proyek tersebut juga diproyeksikan menyerap hingga 25.000 tenaga kerja.

Mengapa proyek Pengambengan penting bagi pembaca Bali

PPN Pengambengan berada di pesisir Jembrana dan menjadi bagian dari rencana pemindahan aktivitas pelabuhan perikanan dari Benoa. Bagi warga dan pelaku usaha di Bali, perubahan ini berkaitan dengan arah baru kegiatan perikanan, perdagangan ikan, serta layanan pendukung di wilayah barat pulau.

Rencana pengembangan menggunakan konsep Integrated Fishing Port and International Fish Markets Project. Pekerjaan yang disebutkan meliputi reklamasi, pembangunan pemecah gelombang, pengerukan kolam pelabuhan, dermaga, Tempat Pelelangan Ikan, kantor syahbandar, kios UMKM, pasar ikan modern, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Setelah pembangunan selesai, kapasitas pelabuhan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1.600 kapal dari kapasitas saat ini sebanyak 1.273 kapal. Produksi hasil tangkapan ikan diperkirakan naik dari sekitar 61.300 ton menjadi 124.000 ton per tahun.

Pekerjaan fisik dilaksanakan oleh CRBC-Nindya Karya Joint Operation. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 7 Agustus 2026, sedangkan pembangunan berlangsung selama 915 hari kalender menurut laporan yang memuat jadwal proyek.

Untuk hari ini, belum ada perubahan tarif, jadwal layanan, atau jalur umum yang diumumkan dalam laporan. Perubahan utama yang sudah berlaku adalah dimulainya pekerjaan fisik di kawasan PPN Pengambengan, Negara, Jembrana.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.