Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Diproyeksikan Rp3,6 Miliar
Pemerintah Kabupaten Buleleng menyebut Buleleng Festival 2026 pada 18–23 Agustus di Singaraja mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp3,091 miliar dan diproyeksikan menembus Rp3,6 miliar.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Singaraja — — Perputaran ekonomi selama Buleleng Festival 2026 yang digelar pada 18–23 Agustus 2026 di Singaraja disebut mencapai sekitar Rp3,091 miliar dan diproyeksikan menembus Rp3,6 miliar hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Perkiraan tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat penutupan festival, sebagaimana diberitakan sejumlah media lokal yang mengutip laporan panitia dan pemerintah kabupaten.
Pemerintah daerah menyebut festival ini dirancang sebagai ruang promosi bagi produk lokal sekaligus pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan kota tua Singaraja.
Menurut informasi yang disampaikan pemerintah kabupaten dan pemberitaan media lokal, data utama pelaksanaan Buleleng Festival 2026 meliputi:
- Perputaran ekonomi tercatat sekitar Rp3,091 miliar selama pelaksanaan dan diproyeksikan naik hingga Rp3,6 miliar setelah seluruh rangkaian rampung.
- Waktu pelaksanaan berlangsung selama enam hari, 18–23 Agustus 2026.
- Peserta usaha melibatkan 105 UMKM lokal yang telah dikurasi.
- Penyelenggaraan dibagi menjadi tiga zona utama di kawasan pusat kota Singaraja.
UMKM menempati tiga zona
Pemerintah daerah menyatakan 105 UMKM yang terlibat bergerak pada sektor kriya, kuliner, olahan pangan, fesyen, dan produk ekonomi kreatif unggulan.
Para pelaku usaha menempati stan di tiga zona tematik di sekitar Monumen Singa Ambara Raja, kawasan kantor pemerintahan, dan persimpangan Catus Pata yang menjadi pusat keramaian selama festival.
Menurut penjelasan panitia yang dikutip media, kurasi UMKM dilakukan untuk menampilkan produk yang mengangkat identitas Buleleng, termasuk kuliner nostalgia, kerajinan tangan, dan karya kreatif warga.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa festival memberi kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mengenalkan produk khas daerah kepada masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperluas jaringan pasar.
Festival budaya dan ekonomi kreatif
Buleleng Festival 2026 mengusung tema “Uriping Rasa” dengan tujuan menghidupkan kembali nuansa dan identitas Buleleng tempo dulu melalui sajian kuliner, pemutaran film klasik, pertunjukan seni tradisional dan modern, serta berbagai kegiatan ekonomi kreatif.
Rangkaian kegiatan berlangsung dari siang hingga malam hari di tiga zona utama, dengan panggung kesenian, area kuliner, pameran UMKM, sarasehan, dan seminar yang tersebar di sejumlah titik sekitar pusat kota.
Pemerintah Kabupaten Buleleng menempatkan festival sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kebudayaan, UMKM, dan ekonomi kreatif daerah.
Dalam sambutannya saat penutupan, Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, aparat keamanan, perangkat daerah, desa adat, sponsor, relawan, serta masyarakat dan pengunjung yang terlibat.
Pemerintah kabupaten menyatakan akan melanjutkan dukungan terhadap kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.
Konteks penyelenggaraan
Buleleng Festival 2026 berlangsung selama enam hari, dari Selasa, 18 Agustus hingga Minggu, 23 Agustus 2026, di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dan sekitarnya.
Festival menggabungkan kegiatan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga dengan partisipasi ratusan seniman dan 105 UMKM lokal.
Pemerintah daerah menilai nilai perputaran ekonomi yang dilaporkan menjadi salah satu indikator bahwa festival berkontribusi terhadap pergerakan usaha kecil dan menengah di Buleleng.
Sumber
- RRI Singaraja - "Bulfest 2026 Dibagi Tiga Zona, Angkat Budaya hingga Kreativitas"
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng - "Buleleng Festival 2026, Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Uriping Rasa’"
- Northbound Bali - "Buleleng Festival 2026 (Bulfest): Singaraja's Great Arts Week"
- Kabar Bali Hits - "Buleleng Festival 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp3,091 Miliar, 105 UMKM Lokal Raup Cuan"
- Denpasar24 - "Bulfest 2026 Diakui Pelaku Usaha Buleleng Jadi Panggung UMKM Lokal"
Berita berikutnya
Jasindo Gelar PEKEN di Tabanan, Lindungi 40 UMKM dengan Rp800 Juta
Asuransi Jasindo menggelar PEKEN Jasindo di Taman Bung Karno, Tabanan, pada 22 Agustus 2026. Program ini memadukan bazar UMKM, edukasi usaha, dan perl…

