Pemkab Klungkung Salurkan Bantuan Logistik ke Korban Gempa NTT
Pemerintah Kabupaten Klungkung menghimpun dan mengirim bantuan logistik berupa beras, paket sembako, dan pakaian untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada akhir Agustus 2026 melalui jalur distribusi TNI.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Klungkung — Pemerintah Kabupaten Klungkung menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Agustus 2026 melalui jalur distribusi TNI. Bantuan mencakup beras, paket sembako, dan pakaian yang dihimpun dari donasi masyarakat dan perangkat daerah.
Menurut pemberitaan detikBali, penggalangan bantuan dilakukan Dinas Sosial Klungkung sejak Jumat, 21 Agustus 2026, dan ditutup pada Rabu, 27 Agustus 2026 siang. Sekretaris Dinas Sosial Klungkung, I Gusti Ayu Wulandewi, menjelaskan dinas menerima puluhan karung pakaian bekas layak pakai, sekitar 1,5 ton beras, serta ratusan paket sembako dari para donatur.
RRI Denpasar memberitakan bahwa bantuan sosial untuk korban gempa bumi di NTT diserahkan Pemerintah Kabupaten Klungkung kepada pihak TNI sebagai pengelola distribusi ke wilayah terdampak. RRI merinci total bantuan sosial logistik yang disalurkan, antara lain 1.625 kilogram beras, 920 dus mi instan, 314 dus makanan lainnya, serta 450 paket pakaian dalam bentuk dus atau karung.
Rincian bantuan dan distribusi
DetikBali menyebut bantuan yang dihimpun berupa pakaian, beras, dan paket sembako, yang kemudian diserahterimakan kepada jajaran TNI untuk diangkut menuju titik bencana di NTT. Wulandewi mengatakan seluruh logistik yang terhimpun diserahkan kepada TNI untuk mengoptimalkan jalur distribusi ke lokasi terdampak gempa.
Dalam laporan RRI, bantuan sosial logistik dari Pemkab Klungkung difokuskan pada kebutuhan dasar pangan dan sandang bagi warga terdampak gempa bumi di NTT. Laporan itu juga menyebut ajakan pemerintah daerah kepada masyarakat Klungkung untuk tetap membuka donasi melalui Dinas Sosial guna menambah dukungan bagi korban bencana.
Penyaluran bantuan melalui TNI sejalan dengan pola distribusi logistik pascabencana di NTT yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Laporan RRI lain mengenai penyaluran beras oleh Bulog ke warga terdampak gempa di tujuh kabupaten di NTT menyebut TNI, Polri, dan badan penanggulangan bencana daerah sebagai mitra distribusi di lapangan. Konteks ini menunjukkan bahwa jalur militer digunakan untuk mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang aksesnya terbatas.
Konteks bencana gempa NTT
Serangkaian laporan media nasional mencatat bahwa gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada pertengahan Agustus 2026. Kementerian Sosial melaporkan penyaluran bantuan beras, paket sembako, perlengkapan pengungsian, dan stok logistik lain dengan nilai belasan miliar rupiah ke beberapa kabupaten terdampak, termasuk Ende, Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Ngada.
Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog juga mengalokasikan ribuan ton beras serta minyak goreng untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga terdampak di sejumlah kabupaten di NTT. Bantuan dari Pemkab Klungkung menjadi bagian dari arus bantuan kemanusiaan yang mengalir dari pemerintah pusat dan daerah ke kawasan terdampak gempa.
Dalam konteks tersebut, penggalangan donasi oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung dan penyaluran melalui TNI memperlihatkan solidaritas antardaerah terhadap korban bencana di NTT. Menurut Dinas Sosial Klungkung, pintu donasi masyarakat tetap dibuka agar dukungan logistik bagi warga terdampak gempa dapat berlanjut.
Sumber
Berita berikutnya

144 Pelari Ikuti Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji
Sebanyak 144 pelari mengikuti Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Minggu, 20 September 2026. Ajang lari lintas…
Baca juga




