Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Badung Kembangkan Cabai di Lahan 42 Hektare, Targetkan 420 Ton

Dinas Pertanian dan Pangan Badung menyiapkan pengembangan cabai di lahan 42 hektare yang tersebar di Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Mangupura — Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung menyiapkan pengembangan cabai di lahan seluas 42 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang, dengan target produksi sekitar 420 ton cabai pada periode tanam Agustus hingga Desember 2026.

Kepala Diperpa Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menyatakan penanaman cabai dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi potensi kelangkaan saat musim hujan. Menurut Raka Sukadana, target produksi dihitung dari produktivitas rata-rata 10 ton per hektare.

Program pengembangan cabai tersebut mencakup sejumlah kelompok tani dan subak di tiga kecamatan. Di Kecamatan Mengwi, lokasi pengembangan antara lain Kelompok Manik Pertiwi seluas 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sobangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, dan Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.

Di Kecamatan Abiansemal, penanaman cabai dilakukan di Subak Blahkiuh 2 hektare, Subak Citra 2 hektare, Subak Tanah Putih 2 hektare, dan Subak Umasangiang 2 hektare. Adapun di Kecamatan Petang, pengembangan cabai berlangsung di Subak Wana Sari 5 hektare, Subak Semanik Sari 5 hektare, Subak Sedana Winangun 5 hektare, serta Munduk Samuan 1 hektare.

Gerakan tanam di Subak Lepud

Salah satu titik yang segera melaksanakan gerakan tanam cabai berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas lahan 4 hektare. Menurut pernyataan Raka Sukadana, gerakan tanam cabai di Subak Lepud direncanakan pada tanggal 26 Agustus 2026 apabila benih telah siap tanam.

Penanaman di Subak Lepud dilakukan di delapan munduk dan melibatkan sekitar 80 petani untuk menanam cabai varietas Caliber. Seluruh hasil panen dari pengembangan cabai ini diproyeksikan mulai memasuki pasar pada Oktober hingga November 2026.

Program pengembangan cabai di Badung dilengkapi dukungan sarana produksi, seperti benih, pupuk, mulsa plastik, dan sarana pengendalian hama, yang disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat. Pemerintah kabupaten menempatkan pengembangan cabai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga komoditas hortikultura di wilayahnya.

Upaya menjaga pasokan dan harga cabai

Pemerintah Kabupaten Badung sebelumnya telah menjalankan kegiatan pengembangan cabai di berbagai kecamatan, termasuk demplot cabai rawit dan cabai besar, serta perluasan tanam untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang akhir dan awal tahun. Menurut sejumlah keterangan resmi, program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan cabai masyarakat dan membantu menjaga kestabilan harga di pasaran.

Pengembangan cabai seluas 42 hektare pada 2026 menjadi kelanjutan dari program serupa di tahun-tahun sebelumnya, ketika lahan pengembangan cabai di Badung mencapai puluhan hektare dan melibatkan banyak subak serta kelompok tani. Pemerintah daerah berharap produksi cabai dari program ini dapat menambah pasokan di pasar dan mendukung pendapatan petani di sentra pertanian Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.