Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Pemkab Bangli Luncurkan Enam Inovasi Digital Terpadu

Pemerintah Kabupaten Bangli meluncurkan enam inovasi digital terpadu lintas sektor pada Kamis, 17 September 2026, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, pendapatan daerah, layanan publik, parlemen, dan ketertiban umum.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Bangli — Pemerintah Kabupaten Bangli meluncurkan enam inovasi digital terpadu lintas sektor di Gedung Bhukti Mukti Bhakti, Sekretariat Daerah Bangli, pada Kamis, 17 September 2026. Enam inovasi tersebut mencakup sektor pemerintahan, parlemen, pariwisata, layanan internal birokrasi, ketertiban umum, serta perpajakan dan pendapatan daerah.

Enam program yang diperkenalkan adalah CITA GOV, PENGLIPURAN BANGLI, SINTESIS DTW BANGLI, INTEGRA-III, SI TAMPAN JAS BERDASI, dan GENCAR BANGLI. Peluncuran ini menjadi bagian dari pergeseran kebijakan digital Bangli dari sekadar pengembangan banyak aplikasi sektoral menuju tata kelola digital yang terintegrasi, berbasis risiko, dan berorientasi pada dampak.

Menurut pemaparan Pemerintah Kabupaten Bangli, Indeks Pemerintahan Digital Bangli meningkat dari 2,48 pada 2023 menjadi 2,71 pada 2024 dan 2,79 pada 2025, atau sekitar 93 persen dari target RPJMD sebesar 3,00. Peningkatan itu disertai catatan bahwa pengendalian tata kelola masih perlu diperkuat, antara lain melalui penguatan manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan audit teknologi informasi.

Ruang lingkup enam inovasi digital

CITA GOV dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Bangli sebagai rumah besar pengendalian transformasi digital daerah. Sistem ini menghubungkan perangkat daerah dengan Diskominfosan dan pimpinan daerah melalui tiga lapisan utama: lapisan operasional untuk perangkat daerah, lapisan pengendalian untuk verifikasi arsitektur, keamanan siber, kelayakan, dan risiko, serta tampilan eksekutif bagi bupati dan sekretaris daerah.

CITA GOV diproyeksikan mengurangi belanja teknologi informasi sekitar Rp1,175 miliar per tahun melalui penghapusan aplikasi tumpang tindih, penghematan waktu kerja, dan penurunan risiko siber. Proyeksi efisiensi tersebut disampaikan dalam paparan digitalisasi Pemkab Bangli yang menggarisbawahi pentingnya konsolidasi aplikasi dan integrasi data lintas sektor.

Pada ranah legislatif, Sekretariat DPRD Bangli meluncurkan PENGLIPURAN BANGLI (Pelayanan Legislasi, Integritas Persidangan, Upaya Regulasi Aspirasi, dan Notulensi) untuk mendukung parlemen tanpa kertas. Layanan ini mencakup e-Aspirasi yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), e-Sidang untuk pengelolaan dokumen dan proses persidangan, serta e-Risalah AI untuk membantu transkripsi dan penyusunan notulensi secara otomatis.

Di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli menghadirkan SINTESIS DTW BANGLI (Strategy Sistem Integrasi Retribusi Daya Tarik Wisata). Sistem ini mengintegrasikan pembayaran retribusi pariwisata melalui single gateway berbasis perangkat Internet of Things (IoT) dan QRIS, dengan pilihan pembayaran luring dan daring, serta melibatkan desa adat dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dalam skema kerja sama bagi hasil.

SINTESIS DTW BANGLI diproyeksikan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata hingga 13 persen melalui penutupan kebocoran retribusi dan integrasi pengelolaan destinasi wisata. Sementara itu, INTEGRA-III pada Sekretariat Daerah mengadopsi konsep Shared Service Center berbasis platform SI-BULAN untuk menggabungkan layanan logistik, penganggaran, pelacakan sarana-prasarana, dan e-Katalog lokal.

Ketertiban umum dan pajak daerah

Di sektor ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja Bangli meluncurkan SI TAMPAN JAS BERDASI. Sistem ini mengubah penanganan ketertiban dari pendekatan reaktif menjadi lebih preventif dan antisipatif dengan mengintegrasikan pelaporan ketertiban umum secara real-time, termasuk kerja sama pelaporan dengan bendesa adat dan pacalang.

Di bidang perpajakan dan pendapatan daerah, Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli mengembangkan GENCAR BANGLI, akronim dari Gerakan Ekstensifikasi dan Penerbitan NPWPD secara Jabatan Berbasis Data Perizinan Usaha. Program ini diarahkan untuk mengubah pola pemungutan pajak daerah dari pendekatan pasif menjadi proaktif melalui pemanfaatan dan analisis data perizinan usaha yang terintegrasi.

BKPAD Bangli membidik potensi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman sebesar Rp15,92 miliar serta potensi pajak sektor perhotelan sekitar Rp5,54 miliar melalui GENCAR BANGLI. Di sisi lain, INTEGRA-III ditargetkan mampu memangkas biaya operasional birokrasi hingga sedikitnya 20 persen pada 2028 melalui konsolidasi layanan dan penguatan manajemen aset serta logistik.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.