Pelindo Kembangkan Benoa Jadi Bali Maritime Tourism Hub
Pelindo menata Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub dengan perpanjangan dermaga timur, perluasan terminal penumpang, pendalaman kolam, serta pembangunan marina berkapasitas 180 dermaga untuk superyacht.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengembangkan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), dengan sejumlah pekerjaan fisik dan pengembangan kawasan marina yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2025–2026 menurut rencana perusahaan.
Pengembangan BMTH disebut Pelindo sebagai bagian proyek strategis nasional untuk menjadikan Benoa sebagai simpul wisata maritim dan pusat marina kapal pesiar di Indonesia. Rencana ini mencakup penataan zona pelabuhan, pendalaman kolam dan alur, perluasan terminal penumpang, serta pembangunan marina dan kawasan wisata terpadu.
Perluasan dermaga dan terminal penumpang
Dalam penjelasan Pelindo kepada media pada akhir 2022, progres perpanjangan dermaga timur Benoa dilaporkan sudah mencapai 91,2 persen. Perpanjangan dilakukan dari panjang semula sekitar 340 meter menjadi 500 meter untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal wisata dan kapal pesiar.
Pelindo juga menyatakan terminal penumpang kapal pesiar di Benoa diperluas sehingga kapasitasnya meningkat dari sekitar 1.000 orang menjadi 3.000 orang per kunjungan. Pendalaman kolam dan alur pelabuhan direncanakan dari kedalaman sekitar minus 9 meter menjadi minus 12 meter agar Benoa dapat menerima kapal wisata berukuran lebih besar. Contoh yang disebutkan adalah kapal pesiar Queen Elizabeth dengan bobot sekitar 92.000 GT dan draft 8 meter sebagai acuan kebutuhan kedalaman kolam.
Menurut Pelindo, pelabuhan Benoa tetap mempertahankan fungsi logistik dengan keberadaan terminal curah cair dan gas, fasilitas LNG, pelabuhan ikan, dermaga dan terminal penumpang, serta fasilitas general cargo dan peti kemas. Pengembangan BMTH dilakukan dengan penataan zona fasilitas pokok dan penunjang sehingga aktivitas logistik dan pariwisata dapat berjalan berdampingan.
Zona marina dan kawasan wisata
Pelindo melalui subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) menggarap pengembangan BMTH bersama mitra swasta. SPSL bekerja sama dengan PT Kharisma Anugrah Jawara Abadi (KAJA) dan PT Marina Development Indonesia (MDI) untuk mengoptimalkan Area Pengembangan 1 BMTH.
Dalam keterangan Pelindo dan MDI, marina Benoa dirancang memiliki sekitar 180 dermaga dan mampu menampung lebih dari 50 superyacht dengan panjang hingga 90 meter. Marina ini diproyeksikan menjadi pusat layanan kapal pesiar dengan fasilitas yacht club, restoran, area festival, serta yacht service station berstandar internasional yang dikelola MDI dan KAJA.
Pelindo menyebut marina dan kawasan hiburan darat di BMTH ditujukan untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam pariwisata maritim global dan menjadikan Benoa sebagai jangkar baru bagi kapal pesiar di kawasan Asia Pasifik.
Target waktu dan skema pengembangan
Sejumlah sumber menyebut BMTH mulai digarap sejak 2022 sebagai inisiatif jangka menengah untuk mentransformasi Benoa menjadi hub wisata maritim kelas dunia. Pelindo dan MDI menyatakan konstruksi marina telah berjalan dengan target menerima kapal pertama pada paruh kedua 2025 dan mencapai kapasitas penuh sekitar pertengahan hingga akhir 2026.
Dalam pengembangan BMTH, Pelindo menjelaskan bahwa di Regional 3 perusahaan berstatus sebagai pemilik aset, sementara SPSL bertindak sebagai pemilik bisnis yang mengelola kawasan dan bekerja sama dengan mitra swasta. Skema ini diharapkan mempercepat pengembangan infrastruktur dan layanan pariwisata maritim di Benoa.
Promosi BMTH lewat Sail to Indonesia
Untuk memperkenalkan BMTH ke pasar internasional, Pelindo menggelar rangkaian acara Sail to Indonesia Goes to BMTH dan Port Jazz Festival 2024 di Pelabuhan Benoa pada 2–4 Oktober 2024. Pelindo bekerja sama dengan Sail to Indonesia Rally untuk mendatangkan sekitar 30 hingga lebih dari 50 yacht dari berbagai negara, yang untuk pertama kalinya bersandar bersama di kawasan BMTH.
Menurut Pelindo, acara tersebut menjadi ajang promosi destinasi wisata maritim dan menunjukkan kesiapan Benoa sebagai simpul kunjungan kapal pesiar dan yacht internasional. Perusahaan menyatakan pengembangan BMTH diharapkan memberi efek berganda bagi pelabuhan lain dan sektor pariwisata nasional.
Sumber
- Bisnis Indonesia (bali.bisnis.com)
- Republika Online
- Pelindo – siaran pers "Tiga Tahun Majukan Indonesia, Pelindo Dukung Pariwisata Maritim Lewat Sail to Indonesia"
- Liputan6.com
- ISL News TV
- Media Indonesia
- Tribun-Bali.com
- Tempo.co (bahasa Inggris)
- Balipon.co.id
- Pasardana.id via Investing.com Indonesia
- Indonesia Expat
Berita berikutnya

ARMA Fest 2026 Libatkan Ratusan Seniman Muda di Ubud
ARMA Fest 2026 di Ubud digelar pada 19–20 September 2026 di Agung Rai Museum of Art.
Baca juga



