Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Desa Les Ditetapkan Jadi Model Desa Wisata Ramah Perempuan

Desa Les di Kecamatan Tejakula, Buleleng, ditetapkan sebagai model Desa Wisata Ramah Perempuan oleh Menparekraf dan Menteri PPPA.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buleleng — — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga meluncurkan model Desa Wisata Ramah Perempuan di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Peluncuran dilakukan di sela visitasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 di Desa Les yang masuk 50 besar desa wisata terbaik nasional.

Menurut siaran pers Kementerian PPPA, kegiatan di Desa Les menjadi bagian dari peluncuran pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dilaksanakan bersama Kementerian PPPA serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Peluncuran pedoman dan penetapan Desa Les

Kementerian PPPA menjelaskan, pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan disusun untuk mengembangkan destinasi dan infrastruktur wisata yang mengakomodasi kebutuhan wisatawan perempuan serta pelaku usaha perempuan di destinasi.

Di Desa Les, Menparekraf dan Menteri PPPA menghadiri peluncuran pedoman tersebut sekaligus meresmikan Desa Les sebagai Desa Wisata Ramah Perempuan yang menjadi bagian dari sinergi program ADWI 2024 dengan agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Koran lokal di Buleleng mencatat Desa Les sebagai Desa Wisata Ramah Perempuan pertama di Indonesia, yang diresmikan dalam kunjungan Menparekraf, Menteri PPPA, dan perwakilan Kemendes PDTT, disertai peluncuran buku pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan.

Tujuan dan ruang lingkup Desa Wisata Ramah Perempuan

Menurut penjelasan Kemenparekraf, pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan bertujuan mewujudkan transformasi desa dan desa wisata menjadi destinasi yang ramah perempuan serta mendukung inisiatif Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang digagas Kementerian PPPA.

Pedoman tersebut mencakup tujuh aspek: kelembagaan; atraksi dan fasilitas wisata; sumber daya manusia; pengembangan dan pengelolaan usaha; pengembangan dan pengelolaan pengunjung; pengelolaan risiko; serta promosi.

Dalam pembinaan, pedoman mendorong masyarakat sadar wisata, peningkatan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan, ketersediaan sarana dan prasarana layak, peningkatan kompetensi perempuan terhadap akses lapangan kerja, dan pengembangan desa wisata melalui inovasi yang menitikberatkan pada partisipasi perempuan.

Pemberdayaan perempuan dalam pariwisata Desa Les

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan ke Desa Les menyoroti dominasi perempuan dalam sektor pariwisata dan pentingnya penyamarataan keterlibatan serta penghasilan bagi pekerja perempuan di destinasi wisata.

Dalam sebuah talkshow Desa Wisata Ramah Perempuan di Desa Les, Sandiaga menyatakan keinginan agar desa-desa wisata menjadi lebih ramah perempuan, memberikan kesempatan kerja yang adil, dan mengurangi kesenjangan penghasilan antara laki-laki dan perempuan.

Media lokal di Bali menulis bahwa penetapan Desa Les sebagai Desa Wisata Ramah Perempuan dan Anak pertama di Bali diharapkan menjadi daya ungkit ekonomi desa serta menarik minat wisatawan melalui penguatan sumber daya manusia dan pelibatan perempuan dalam pengelolaan desa wisata.

Konteks Desa Les dalam ADWI 2024

Desa Les merupakan desa wisata dengan karakter pesisir dan perbukitan yang bersaing dengan ribuan desa lain dalam ADWI 2024 dan berhasil masuk 50 besar nasional.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui dinas pariwisata menyebut kunjungan Menparekraf ke Desa Les sebagai bagian dari penilaian ADWI 2024 sekaligus momentum peluncuran pedoman dan penetapan Desa Les sebagai Desa Wisata Ramah Perempuan.

Keputusan bersama tiga menteri tentang pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan ditetapkan pada 27 Agustus 2024, menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan model desa wisata ramah perempuan di Desa Les dan destinasi lain yang akan menyusul.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.