Pelindo Catat Tren Naik Kunjungan Kapal Pesiar ke Benoa
Data Pelindo menunjukkan kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa meningkat dari 48 kapal dengan 78.241 penumpang pada 2023 menjadi 56 kapal dengan 107.717 penumpang pada 2024.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, mencatat tren kenaikan kunjungan kapal pesiar dalam tiga tahun terakhir, dengan 48 kunjungan dan 78.241 penumpang pada 2023 serta 56 kunjungan dan 107.717 penumpang pada 2024 menurut data Pelindo yang dikutip berbagai media.
General Manager Pelabuhan Benoa Anak Agung Gede Agung Mataram menyebut minat operator kapal pesiar dunia terhadap Bali terus tumbuh. Menurut pernyataannya yang dikutip sejumlah laporan, hingga awal November 2025 sudah ada 49 kapal pesiar yang bersandar di Benoa dengan total 96.013 penumpang dan diperkirakan mencapai 66 kunjungan hingga akhir tahun.
Data kunjungan kapal pesiar
Sejumlah pemberitaan ekonomi dan pariwisata merangkum data Pelindo tentang arus kapal pesiar di Benoa sebagai berikut:
- 2023: 48 kunjungan kapal pesiar dengan 78.241 penumpang.
- 2024: 56 kunjungan dengan 107.717 penumpang.
- 2025: hingga awal November, 49 kapal telah bersandar membawa 96.013 penumpang dan diproyeksikan menjadi 66 kunjungan sampai akhir tahun.
- 2026: sebanyak 73 kapal pesiar telah terdaftar untuk singgah di Benoa.
Data tersebut dikutip konsisten oleh beberapa media nasional dan lokal yang mengacu pada informasi resmi Pelindo dan pernyataan Agung Mataram. Peningkatan jumlah kunjungan disebut sebagai indikasi pulihnya kepercayaan operator kapal pesiar terhadap Bali dan daya tarik pariwisata Indonesia.
Kunjungan Genting Dream
Salah satu kunjungan yang disorot adalah kapal pesiar Genting Dream yang melakukan maiden call di Pelabuhan Benoa menjelang akhir 2025. Kapal berbendera Nassau itu dilaporkan memiliki panjang sekitar 330 meter dan bobot 150.695 GT.
Menurut laporan media lokal yang mengutip keterangan Agung Mataram, Genting Dream tiba di Benoa pada Selasa, 2 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WITA, berlayar dari Singapura dan membawa 4.115 penumpang dan 1.796 awak kapal. Setelah bersandar di Benoa, kapal melanjutkan pelayaran ke perairan Celukan Bawang di Buleleng pada Rabu, 3 Desember 2025 dini hari, sebelum bertolak kembali menuju Singapura.
Pemberitaan lain mengenai perairan Celukan Bawang menyebut Genting Dream berlabuh jangkar di tengah laut karena keterbatasan kapasitas dermaga, sehingga penumpang diturunkan menggunakan kapal pengumpan. Laporan tersebut mengonfirmasi angka 4.115 penumpang dan 1.796 kru yang diangkut Genting Dream dalam pelayaran yang singgah di dua wilayah Bali.
Peluang bagi pariwisata Bali
Kunjungan kapal pesiar ke Benoa dan Celukan Bawang dianggap membuka peluang tambahan bagi destinasi wisata dan pelaku usaha lokal. Ribuan penumpang dan awak berpotensi melakukan kunjungan singkat ke berbagai objek wisata, restoran, dan pusat belanja selama kapal berada di perairan Bali.
Pelindo melalui pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) menyatakan kesiapan meningkatkan fasilitas agar beberapa kapal pesiar dapat sandar berbarengan di Benoa. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga standar pelayanan, memperlancar pengaturan sandar, dan memperkuat daya saing Bali sebagai tujuan pelayaran kapal pesiar di kawasan.
Sejumlah laporan menilai bahwa tren peningkatan kunjungan kapal pesiar ke Benoa dan terdaftarnya 73 kapal untuk singgah pada 2026 mencerminkan minat yang kian besar dari operator dunia. Namun, realisasi akhir tahun tetap bergantung pada jadwal pelayaran dan keputusan masing-masing operator.
Sumber
Berita berikutnya

ARMA Fest 2026 Libatkan Ratusan Seniman Muda di Ubud
ARMA Fest 2026 di Ubud digelar pada 19–20 September 2026 di Agung Rai Museum of Art.
Baca juga



