Nyegara Gunung Hulundanu Batur Libatkan 10.000 Pemedek
Sekitar 10.000 pemedek dan pengiring dijadwalkan mengikuti Nyegara Gunung dari Pura Hulundanu Batur menuju Pura Watu Klotok dan Pura Besakih pada 8 Oktober 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bangli — Sekitar 10.000 pemedek dan pengiring mengikuti Upacara Nyegara Gunung Pura Hulundanu Batur Desa Adat Songan menuju Pura Watu Klotok, Klungkung, dan Pura Besakih, Karangasem, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Upacara ini merupakan bagian dari Puncak Karya Agung Manca Wali Krama di Pura Kahyangan Jagat Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Panitia memperkirakan rombongan menggunakan 2.000 unit kendaraan.
Rangkaian prosesi berlangsung mulai pukul 07.00 WITA. Rute yang disampaikan mencakup Pura Hulundanu Batur, Pura Watu Klotok, dan Pura Besakih. Sebelumnya, masyarakat Desa Adat Songan menjalani prosesi Nyegara Gunung pada Rabu, 7 Oktober 2026, lalu bermalam di Pura Besakih sebelum kembali ke Pura Hulundanu Batur pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Pergerakan 2.000 kendaraan perlu diantisipasi
Jumlah rombongan berpengaruh pada arus lalu lintas dari Kintamani menuju Klungkung dan Karangasem. Polres Bangli menyatakan akan berkoordinasi dengan polres di wilayah yang dilalui rombongan. Polsek Kintamani juga meminta panitia memberi jeda waktu satu jam per rombongan untuk mengurai kepadatan.
Pecalang Desa Adat Songan, yaitu petugas keamanan adat, diminta ikut mengatur kendaraan dan memperhatikan keselamatan pemedek, termasuk umat yang menggunakan truk. Informasi ini menjadi perhatian bagi warga dan pengguna jalan di Kecamatan Kintamani serta jalur menuju Klungkung dan Karangasem pada hari pelaksanaan.
Rangkaian karya berlangsung selama 25 hari dan ditutup pada Jumat, 9 Oktober 2026. Bagi pembaca, perubahan yang perlu diperhatikan hari itu adalah potensi kepadatan lalu lintas di jalur rombongan sejak keberangkatan pukul 07.00 WITA.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Bali
Bangli Catat Retribusi Pariwisata 45,41 Persen
Realisasi PAD dari retribusi pariwisata Kabupaten Bangli mencapai 45,41 persen atau Rp26,7 miliar hingga 30 September 2026, dari target Rp58,8 miliar.
Terbaru di Budaya

Baca juga





