MPP Gianyar Layani 250 Pengunjung per Hari dengan 230 Jenis Layanan
Mal Pelayanan Publik Gianyar melayani sekitar 250 pengunjung per hari. Pengelola menyebut fasilitas itu menghimpun layanan 14 perangkat daerah, empat BUMN atau BUMD, dan 12 instansi vertikal dalam satu lokasi.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Gianyar — Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gianyar melayani sekitar 250 pengunjung per hari dan menghimpun layanan dari 14 perangkat daerah, empat BUMN atau BUMD, serta 12 instansi vertikal. Dalam kunjungan ke Gianyar pada 9 Juli 2026, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto menyebut MPP itu memuat 230 jenis layanan dari 30 gerai terintegrasi.
Keterangan mengenai komposisi layanan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, saat mendampingi peninjauan MPP. Ia mengatakan MPP Gianyar juga dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk klinik kesehatan, ruang baca, ruang laktasi, playground, gerai Dekranasda, dan fasilitas ramah disabilitas.
Data itu menempatkan MPP Gianyar sebagai salah satu titik layanan terpadu yang menggabungkan urusan administrasi daerah dan layanan instansi lain dalam satu lokasi. Menurut Kementerian PANRB, MPP memang dirancang untuk mendekatkan pelayanan, memperpendek proses, dan melibatkan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta swasta dalam satu tempat.
Integrasi layanan
Berdasarkan keterangan yang dipublikasikan pemerintah pusat, MPP Gianyar memusatkan 230 jenis layanan dari 30 gerai. Sementara itu, pengelola di Gianyar menyebut layanan tersebut berasal dari 14 perangkat daerah, empat badan usaha milik negara atau daerah, dan 12 instansi vertikal.
Ragam instansi yang disebut mencakup layanan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, jaminan sosial, keimigrasian, pengawasan obat dan makanan, serta layanan administrasi daerah. Model ini membuat warga bisa mengurus lebih banyak keperluan di satu tempat tanpa berpindah kantor.
Dalam peninjauan itu, Purwadi menilai transformasi pelayanan publik di Gianyar telah menghadirkan layanan yang terintegrasi. Ia juga mendorong pengelola untuk terus berinovasi dan mengembangkan digitalisasi pelayanan.
Pengelola MPP Gianyar sebelumnya juga menyebut rata-rata kunjungan harian berada pada kisaran 200 sampai 300 orang pada masa uji coba layanan. Setelah beroperasi, angka yang disampaikan dalam kunjungan 9 Juli 2026 berada di sekitar 250 orang per hari.
Fokus pemerintah pusat
Di lokasi yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengingatkan agar kualitas pelayanan dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam pelayanan publik.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyatakan pemerintah kabupaten akan mempertahankan komitmen menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi. Ia menilai apresiasi dari pemerintah pusat menjadi dorongan untuk memperkuat inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
MPP Gianyar menjadi contoh integrasi layanan yang terus diperluas dari sisi gerai maupun jenis pelayanan. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai sarana untuk memangkas jarak antara warga dan kantor-kantor pelayanan yang selama ini terpisah.
Dengan komposisi yang disebut pengelola, MPP Gianyar kini memadukan layanan daerah, layanan perusahaan milik negara atau daerah, dan layanan instansi vertikal dalam satu gedung. Pemerintah pusat menilai pola ini sejalan dengan arah reformasi birokrasi yang menekankan layanan cepat, mudah, dan terintegrasi.
Sumber
Berita berikutnya

Klungkung Bangun Gedung Fasilitas Olahraga Rp15,8 Miliar
Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah membangun gedung fasilitas olahraga dua lantai di kawasan GOR Swecapura, Desa Gelgel. Proyek bernilai sekitar Rp…
Baca juga


