Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

KNPPM 2026 Libatkan Empat Kampus untuk Desa Mandiri Inklusif

KNPPM 2026 digelar di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, pada 10-11 September 2026. Forum ini mempertemukan empat perguruan tinggi dan diikuti 95 peserta secara luring dan daring.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa.
Ilustrasi. Gambar dibuat dengan kecerdasan buatan, bukan foto peristiwa. · Foto: Ilustrasi AI

Denpasar — Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2026 berlangsung di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, pada 10-11 September 2026. Kegiatan ini digelar secara hybrid dan mempertemukan empat perguruan tinggi: UGM, Universitas Warmadewa, ITB STIKOM Bali, dan Politeknik Transportasi Darat Bali.

Menurut laman Pengabdian UGM, KNPPM 2026 mengangkat tema “Strategi Pengembangan Inklusif untuk Pengelolaan Desa Mandiri” dan diikuti 95 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi. Laman Poltrada Bali juga menyebut forum itu sebagai konferensi nasional tahunan yang memasuki penyelenggaraan keempat.

Di pembukaan acara, Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, menurut laporan Pengabdian UGM. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, dalam laporan yang sama menyoroti peran kampus sebagai agen perubahan di pedesaan.

Arie menyebut UGM menjalankan lebih dari 1.200 program pengabdian di 34 provinsi dan mencatat kenaikan rata-rata 34 persen pada indeks kemandirian desa, menurut laporan itu. Ia juga mencontohkan transformasi di Desa Nglanggeran, yang dikaitkan dengan kerja sama pentahelix dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Forum ini juga memuat pembahasan tentang model pemberdayaan desa. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. apt. I Ketut Adnyana, menurut laporan Pengabdian UGM, menekankan pendekatan Diktisaintek Berdampak, sementara Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. Djarot Heru Santosa menyoroti pentingnya pelibatan warga sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.

Dalam paparannya, Djarot menekankan pemetaan aset desa melalui Asset-Based Community Development, penghargaan terhadap kearifan lokal, dan manajemen perubahan bertahap untuk menjaga keberlanjutan program. Laporan Pengabdian UGM juga memuat contoh praktik dari Desa Limboro dan Towale, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang dipresentasikan Prof. Ir. Nizam sebagai pengalaman KKN-PPM UGM dan Universitas Tadulako.

KNPPM 2026 menjadi ruang diseminasi hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dari kampus-kampus peserta. Forum itu menempatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi, keterlibatan warga, dan evaluasi berbasis dampak sebagai prinsip utama pengembangan desa mandiri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.