Kebakaran Blok Pura Jati TWA Gunung Batur Hanguskan 5 Are Hutan
Kebakaran hutan melanda Blok Pura Jati, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli, pada Jumat, 18 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bangli — Kebakaran melanda Blok Pura Jati, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Jumat, 18 September 2026. Api membakar lahan hutan konservasi seluas sekitar 5 are dan tidak menimbulkan korban jiwa, menurut Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, serta Kapolsek Kintamani Kompol Dwi Puja Rimbawa.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 12.15 WITA oleh I Ketut Kecir, 66 tahun, warga yang sedang ngayah di Pura Jati. Titik api terlihat muncul dari semak belukar kering di sebelah utara pura, lalu cepat merambat dan membakar semak, pohon tiblun, serta cemara hutan di kawasan hutan konservasi.
Kebakaran terbatas pada areal hutan di Blok Pura Jati TWA Gunung Batur Bukit Payang. Tidak ada laporan kerusakan bangunan atau fasilitas umum di sekitar lokasi. Aparat menyebut luas lahan terdampak sekitar 5 are.
Upaya pemadaman dan pendinginan
Melihat kobaran api, warga sekitar segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya dan melaporkan kejadian kepada petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani dan Polsek Kintamani. Menurut keterangan Cokorda Lanang Mahendra dan Kompol Dwi Puja Rimbawa, sekitar 15 menit setelah laporan diterima, petugas KPHK Kintamani, personel Polsek Kintamani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan TNI tiba di lokasi dan bergabung dengan masyarakat untuk melakukan pemadaman.
Tim gabungan memanfaatkan pipa pengairan milik warga dan ranting pohon untuk memukul dan menyekat api. Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah itu, Damkar Kabupaten Bangli mengerahkan satu unit armada dan enam personel untuk melakukan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali api.
Penyebab masih diselidiki
Penyebab pasti kebakaran hutan di Blok Pura Jati ini masih dalam penyelidikan aparat. Cokorda Lanang Mahendra menyatakan dugaan awal kebakaran dipicu kelalaian warga atau pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan di sekitar kawasan hutan. Kompol Dwi Puja Rimbawa juga menyebut dugaan kelalaian manusia sebagai pemicu kebakaran, dengan kondisi semak kering yang mempercepat rambatan api.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran belum ditetapkan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga laporan ini dibuat, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil signifikan selain vegetasi hutan konservasi seluas sekitar 5 are yang terbakar.
Kebakaran di Blok Pura Jati menambah deretan kejadian karhutla di kawasan TWA Gunung Batur selama musim kemarau tahun ini, menyusul kebakaran di Blok Seked yang membakar beberapa hektare lahan hutan pada akhir Agustus 2026.
Sumber
Berita berikutnya

Baca juga



