Gianyar Prioritaskan 991 Balita Terindikasi Stunting untuk Intervensi 2026
Pemkab Gianyar memprioritaskan 991 balita terindikasi stunting sebagai sasaran intervensi 2026. Data itu dihimpun dari pengukuran 25.896 balita dan menjadi dasar pembahasan lintas sektor.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Gianyar — Pemerintah Kabupaten Gianyar menargetkan intervensi terhadap 991 balita yang terindikasi stunting dalam percepatan penurunan stunting 2026. Angka itu berasal dari pengukuran 25.896 balita pada 2025 dan menjadi dasar pembahasan lintas perangkat daerah.
Menurut pemberitaan detikBali pada 12 November 2025, Sekretaris Daerah Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama menyebut capaian stunting daerah itu turun dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberi insentif fiskal Rp 5,6 miliar kepada Gianyar.
Dasar intervensi
detikBali melaporkan, Pemkab Gianyar menempatkan 991 balita itu sebagai sasaran prioritas setelah pengukuran serentak pada November 2025. Jumlah tersebut setara 3,8 persen dari total balita yang diukur.
Pemerintah daerah membahas langkah penanganan melalui musyawarah perencanaan pembangunan tematik stunting. Dalam forum itu, pemerintah menekankan perlunya kerja terpadu antarsektor, dari kabupaten hingga desa dan keluarga sasaran.
Masih menurut detikBali, Pemkab Gianyar meminta tim percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten dan kecamatan memperkuat koordinasi serta pengawasan. Pemerintah daerah juga diminta melaporkan pemenuhan 31 indikator intervensi stunting melalui Web Aksi Bangda.
Jejak penurunan angka stunting
Data Pemkab Gianyar yang dikutip detikBali menunjukkan prevalensi stunting 5,4 persen pada 2024. Angka itu menempatkan Gianyar di posisi kedua nasional untuk kategori kabupaten dengan prevalensi terendah, setelah Klungkung.
Rilis Kementerian Keuangan pada 2023 menjelaskan bahwa insentif fiskal diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara cepat. Sementara itu, detikBali pada November 2025 menyebut Gianyar menerima Rp 5,6 miliar sebagai apresiasi atas kinerja penurunan stunting.
Dalam laporan yang sama, Mahayastra menyatakan target Gianyar pada 2026 adalah menurunkan prevalensi stunting di bawah 4,5 persen. Target itu menjadi arah kebijakan yang kini ditopang intervensi pada 991 balita sasaran.
Sejumlah data rinci mengenai pembagian sasaran per desa atau jenis layanan yang akan diterima masing-masing balita tidak diuraikan dalam sumber yang terverifikasi.
Sumber
Berita berikutnya

Klungkung Bangun Gedung Fasilitas Olahraga Rp15,8 Miliar
Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah membangun gedung fasilitas olahraga dua lantai di kawasan GOR Swecapura, Desa Gelgel. Proyek bernilai sekitar Rp…
Baca juga


