Enam Desa Wisata Badung Serap Lebih 92 Persen Kunjungan
Enam desa wisata di Badung menyerap lebih dari 92 persen dari 568.582 kunjungan wisatawan selama Januari–Juli 2026. Munggu dan Sangeh menjadi tujuan utama dengan gabungan sekitar 51 persen dari total kunjungan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Mangupura — Kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Badung masih terkonsentrasi pada sejumlah tujuan utama. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, enam desa wisata menyerap lebih dari 92 persen dari total 568.582 kunjungan yang tercatat dalam laporan Dinas Pariwisata Badung yang dikutip media lokal pada 9 September 2026.
Enam desa wisata tersebut adalah Munggu, Sangeh, Mengwi, Bongkasa, Carangsari, dan Bongkasa Pertiwi. Menurut laporan itu, gabungan kunjungan ke enam desa mencapai 523.553 kunjungan, setara sekitar 92 persen dari total kunjungan desa wisata Badung pada periode tujuh bulan pertama 2026.
Munggu menjadi tujuan dengan kunjungan tertinggi. Selama Januari–Juli 2026, desa wisata ini mencatat 145.526 kunjungan atau 25,6 persen dari total. Sangeh menyusul dengan 144.665 kunjungan atau 25,4 persen.
Jika digabung, Munggu dan Sangeh menerima 290.191 kunjungan, sekitar 51 persen dari seluruh kunjungan desa wisata Badung pada periode yang sama. Data ini menunjukkan konsentrasi wisatawan pada dua desa yang telah memiliki daya tarik kuat dan infrastruktur kunjungan yang berkembang.
Enam tujuan mendominasi
Desa wisata Mengwi menempati urutan ketiga dengan 87.303 kunjungan atau 15,4 persen. Berikutnya, Bongkasa mencatat 65.315 kunjungan atau 11,5 persen, Carangsari 50.244 kunjungan atau 8,8 persen, dan Bongkasa Pertiwi 30.500 kunjungan atau 5,4 persen.
Dengan komposisi tersebut, enam desa wisata ini menjadi penggerak utama kunjungan ke desa wisata Badung sepanjang Januari–Juli 2026. Laporan yang sama menyebut, dari 18 desa wisata yang masuk dalam pencatatan, masih terdapat desa dengan jumlah kunjungan sangat rendah, termasuk empat desa yang menerima kurang dari 1.000 kunjungan selama tujuh bulan.
Kepala Dinas Pariwisata Badung AA Putri Mas Agung menyatakan konsentrasi kunjungan di enam desa menunjukkan adanya daya tarik yang telah berkembang, namun sekaligus menandakan perlunya upaya lanjutan untuk pemerataan kunjungan ke desa wisata lain di wilayah Badung.
Wisatawan mancanegara masih dominan
Dari sisi asal wisatawan, kunjungan ke desa wisata Badung Januari–Juli 2026 masih didominasi wisatawan mancanegara. Laporan Dinas Pariwisata Badung yang dikutip media menyebut jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 310.636 atau 54,6 persen dari total kunjungan.
Sementara itu, wisatawan nusantara menyumbang 257.946 kunjungan atau 45,4 persen. Komposisi ini menunjukkan pasar internasional masih berperan besar dalam aktivitas desa wisata Badung, meski wisatawan domestik juga memberi kontribusi signifikan terhadap pergerakan wisata di tingkat desa.
Dalam dokumen kinerja pemerintah daerah, Dinas Pariwisata Badung mencatat tren kenaikan dan penurunan kunjungan wisatawan ke kabupaten secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan kinerja Kabupaten Badung tahun 2025 menunjukkan total kunjungan wisatawan ke Badung pada 2022, 2023, dan 2024 bergerak naik sebelum kembali berubah pada 2025, dengan perincian berdasarkan wisatawan mancanegara dan domestik.
Data desa wisata tahun 2026 belum mencakup satu tahun penuh sehingga belum dapat dibandingkan secara langsung dengan total kunjungan tahunan sebelumnya. Namun, konsentrasi kunjungan di enam desa pada tujuh bulan pertama 2026 memberi gambaran awal mengenai pola sebaran wisatawan di wilayah Badung dan tantangan pemerataan manfaat pariwisata di tingkat desa.
Sumber
Berita berikutnya

ARMA Fest 2026 Libatkan Ratusan Seniman Muda di Ubud
ARMA Fest 2026 di Ubud digelar pada 19–20 September 2026 di Agung Rai Museum of Art.
Baca juga



