Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Prasi untuk Anak Muda
Disbudpar Buleleng menggelar lomba pembuatan wayang bertema Sahadewa dan prasi bertema Sutasoma untuk pemuda usia 15–25 tahun dari sembilan kecamatan, sebagai upaya mendorong regenerasi seniman muda di bidang seni tradisi Bali.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Singaraja — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng menggelar lomba budaya pembuatan wayang dan prasi tingkat kabupaten pada Rabu, 16 September 2026 di Wantilan Sasana Budaya dan lingkungan Museum Gedong Kirtya, Singaraja.
Menurut pemberitaan RRI Singaraja dan Balipuspanews, kegiatan berbasis tradisi dan budaya masyarakat Bali ini diikuti pemuda dan pemudi perwakilan dari sembilan kecamatan di Buleleng, dengan rentang usia 15–25 tahun dari beragam latar belakang, termasuk pelajar sekolah menengah.
Kepala Disbudpar Buleleng I Nyoman Wisandika menyatakan pelaksanaan tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan sebelumnya. Ia menjelaskan, jika pada tahun-tahun lalu terdapat empat hingga lima cabang lomba budaya, tahun 2026 panitia memusatkan kegiatan pada dua lomba, yakni pembuatan wayang dan prasi.
Tema dan teknis perlombaan
Dalam lomba pembuatan wayang, peserta diminta membuat tokoh Sahadewa. Wisandika menjelaskan, pemilihan tokoh ini merupakan bagian terakhir dari rangkaian tokoh Pandawa yang dijadikan tema lomba secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya mengangkat Yudhistira, Bima, Arjuna, dan Nakula.
Untuk kategori prasi, panitia memilih tema cerita Sutasoma. Disbudpar Buleleng dan pemerintah kabupaten menjelaskan prasi sebagai seni menulis dan menggambar cerita di atas daun lontar, sehingga menuntut kemampuan menggabungkan penulisan dengan penggambaran rangkaian cerita.
Peserta pada kedua kategori diberikan waktu pengerjaan selama lima jam di lokasi lomba. Setelah proses pembuatan selesai, karya dinilai oleh dewan juri dan pemenang diumumkan pada hari yang sama.
Menurut Disbudpar Buleleng, lomba ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan UPTD Gedong Kirtya sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Bali melalui lomba membuat wayang dan prasi tingkat kabupaten.
Regenerasi seniman muda
Wisandika menegaskan, penyelenggaraan lomba berbasis tradisi ini ditujukan untuk mendorong regenerasi seniman pembuat wayang dan prasi di Buleleng. Ia mengakui minat generasi muda terhadap kedua bidang seni tersebut belum merata, padahal prasi memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena memadukan penulisan dan ilustrasi cerita pada media lontar.
Menurut Wisandika, kegiatan tahun ini tidak hanya diarahkan pada kompetisi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk pembinaan lanjutan di kecamatan-kecamatan. Harapan itu sejalan dengan tujuan memperluas minat dan menyiapkan generasi penerus di seluruh kecamatan agar terlibat aktif dalam pembuatan wayang dan prasi.
Disbudpar Buleleng menyebut peserta masing-masing kecamatan dipilih melalui proses pembinaan dan seleksi di tingkat kecamatan sebelum mewakili wilayahnya pada lomba kabupaten. Pemerintah kecamatan, seperti Kubutambahan dan Banjar, turut menyiapkan pendampingan bagi calon peserta sebagai bagian dari upaya penguatan jati diri dan pelestarian identitas budaya.
Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan bagi para pemenang kedua lomba. Untuk masing-masing kategori, juara pertama menerima Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta. Anggaran kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026.
Disbudpar Buleleng menyatakan akan melanjutkan pola lomba dan pembinaan ini agar semakin banyak anak muda tertarik menggeluti seni wayang dan prasi, sehingga keberlanjutan kedua warisan budaya tersebut terjaga di masa mendatang.
Sumber
- Disbudpar Buleleng – Lomba Budaya UPTD Gedong Kirtya Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Prasi
- RRI Singaraja – Lomba Berbasis Tradisi, Disbudpar Buleleng Bidik Regenerasi Seniman Muda
- Koran Jakarta – Wayang Tak Boleh Punah! Disbudpar Buleleng Siapkan Lomba untuk Cetak Seniman Muda
- Balipuspanews.com
Berita berikutnya

PSN Bali Telusuri Jejak Aksara Nusantara hingga Aksara Bali
Seminar Eksplorasi Paleografi Nusantara yang digelar PSN Bali di Denpasar membahas hubungan Devanagari, Pranagari, dan aksara daerah, sekaligus menega…

