Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Basarnas: 45 Kantor SAR, 90 Pos, 70 Unit Siaga Hadapi Kesenjangan SDM

Basarnas dalam Renstra 2025–2029 mencatat memiliki 45 kantor SAR, 90 pos, dan 70 unit siaga di seluruh Indonesia.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Badung — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyoroti keterbatasan sebaran kantor dan pos SAR dalam upaya pemerataan layanan pencarian dan pertolongan di seluruh Indonesia.

Basarnas dalam dokumen rencana strategis 2025–2029 mencatat memiliki 45 kantor pencarian dan pertolongan, 90 pos SAR, dan 70 unit siaga yang tersebar di berbagai daerah. Struktur ini terdiri dari kantor pusat, 45 kantor SAR sebagai unit pelaksana teknis, satu balai pelatihan SDM, 90 pos SAR, dan 70 unit siaga SAR.

Dalam dokumen yang sama, Basarnas menyebut kebutuhan sumber daya manusia ideal untuk melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan mencapai 28.697 orang pegawai. Jumlah pegawai yang tersedia pada September 2025 tercatat 5.429 orang atau sekitar 18,91 persen dari kebutuhan tersebut. Data ini menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan personel di lapangan.

Jangkauan wilayah dan kebutuhan kantor SAR

Basarnas menilai luas wilayah dan karakteristik geografis Indonesia menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan SAR. Renstra 2025–2029 menyebut badan ini mengelola kantor pusat dan jaringan kantor SAR di berbagai provinsi, termasuk Denpasar untuk wilayah Bali. Kantor SAR Denpasar, misalnya, membawahi beberapa pos dan unit siaga di kabupaten-kabupaten di Bali.

Dalam pemberitaan media nasional, Basarnas juga diungkapkan menghadapi tantangan kebijakan anggaran ketika mengoperasikan 45 kantor SAR, 77 pos SAR, dan 70 unit siaga. Angka pos dan unit siaga itu menggambarkan kondisi pada 2025, berbeda dengan data dalam renstra 2025–2029 yang memutakhirkan jumlah pos menjadi 90 dan unit siaga menjadi 70.

Rencana strategis Basarnas memproyeksikan kebutuhan SDM dan anggaran untuk periode 2025–2029, dengan kebutuhan anggaran Rp 15,2 triliun, lebih tinggi dari indikasi anggaran jangka menengah Rp 10,1 triliun. Basarnas menyatakan kebutuhan tersebut berkaitan dengan pemenuhan struktur organisasi, penambahan dan pemeliharaan sarana pertolongan, serta peningkatan kapasitas SDM.

Perkembangan sebaran kantor dan pos SAR

Dokumen organisasi Basarnas tahun 2022 menunjukkan badan itu memiliki 43 kantor SAR, 77 pos SAR, dan 75 unit siaga SAR pada akhir 2022. Seiring waktu, jumlah kantor SAR bertambah menjadi 45 dengan 90 pos SAR dan 70 unit siaga SAR sebagaimana tercantum dalam renstra 2025–2029. Penambahan ini dilakukan bertahap di berbagai daerah untuk memperkuat jangkauan layanan.

Media nasional melaporkan rencana penambahan kantor SAR dari 45 menjadi 70 unit untuk memperkuat infrastruktur layanan SAR nasional. Dalam laporan tersebut, disebutkan Basarnas akan menambah kantor di berbagai wilayah karena cakupan Indonesia yang luas, dengan tujuan mempersingkat waktu respons ketika terjadi keadaan darurat.

Renstra Basarnas menegaskan bahwa penyusunan kebutuhan SDM dilakukan melalui analisis jabatan dan beban kerja. Pendekatan ini digunakan untuk menentukan skala kebutuhan pegawai pada tiap kantor SAR, pos, dan unit siaga, termasuk di daerah-daerah dengan kerawanan tinggi terhadap kecelakaan transportasi dan bencana.

Peran Kepala Basarnas Mohammad Syafii

Mohammad Syafii tercatat sebagai Kepala Basarnas sejak 3 Januari 2025 menurut daftar kepala Basarnas yang dimutakhirkan. Ia menyandang pangkat Marsekal Madya TNI dan melanjutkan estafet kepemimpinan dari Kepala Basarnas sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, Basarnas menyusun rencana strategis 2025–2029 yang menekankan kebutuhan penguatan jaringan kantor SAR, peningkatan jumlah personel, dan penyesuaian anggaran untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Dokumen tersebut menjadi rujukan utama kebijakan kelembagaan, termasuk bagi kantor-kantor SAR di Bali dan daerah lain di kawasan timur Indonesia.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.