Bali Catat Sekitar 9,83 Juta Kunjungan Wisatawan hingga Juli 2026
Data Dinas Pariwisata Bali yang dikutip sejumlah media menunjukkan sekitar 9,83 juta kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang Januari–Juli 2026, dengan sekitar 3,92 juta wisatawan mancanegara dan 5,91 juta wisatawan nusantara.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Bali mencatat sekitar 9,83 juta kunjungan wisatawan sepanjang Januari–Juli 2026, terdiri atas sekitar 3,92 juta wisatawan mancanegara dan 5,91 juta wisatawan nusantara, berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali yang dikutip media lokal dan internasional.
Bali Post merangkum data Dinas Pariwisata Bali bahwa hingga Juli 2026 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3.923.824 kunjungan dan wisatawan nusantara (wisnus) 5.905.118 kunjungan, yang jika dijumlahkan menghasilkan total sekitar 9,83 juta kunjungan.
Dalam laporan berbahasa Inggris, Bali Discovery menyebut total kunjungan wisatawan ke Bali Januari–Juli 2026 mencapai 9.929.942, terdiri atas 3.923.824 wisman dan 5.905.118 wisnus, dengan porsi sekitar 40 persen wisman dan 60 persen wisnus.
Perbedaan angka total kunjungan
Perbedaan muncul pada angka total kunjungan yang ditulis Bali Discovery, yaitu 9.929.942, sementara penjumlahan dua komponen yang sama (3.923.824 wisman dan 5.905.118 wisnus) secara aritmetika menghasilkan 9.828.942, sebagaimana tersirat dalam laporan Bali Post.
Bali Post menulis bahwa jika kunjungan wisman dan wisnus digabungkan, jumlah kunjungan Januari–Juli 2026 mencapai sekitar 9,83 juta, atau sekitar 0,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2025. Bali Discovery juga menggunakan angka 9,83 juta dalam judul artikelnya, tetapi di badan teks mencantumkan total 9.929.942, sehingga menunjukkan kemungkinan ketidakkonsistenan penulisan.
Media lain seperti Kilasbali mengutip Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya bahwa hingga Juli 2026 jumlah wisman mencapai 3.923.824 orang, sementara wisatawan domestik 5.857.046 orang, dengan total kunjungan sekitar 9,78 juta. Angka ini menunjukkan variasi kecil dalam data wisnus, tetapi konsisten dalam angka wisman.
Perkembangan kunjungan dan pasar utama
Menurut Bali Post, kunjungan wisman Januari–Juli 2026 turun sekitar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai sekitar 3,98 juta kunjungan, sedangkan kunjungan wisnus naik sekitar 1,3 persen dari sekitar 5,83 juta kunjungan.
Bali Post mencatat bahwa secara gabungan wisman dan wisnus, jumlah kunjungan Januari–Juli 2026 hanya sekitar 0,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2025, sehingga kondisi kunjungan dinilai relatif stabil. Kilasbali juga mengutip Sumarajaya yang menyebut kondisi 2026 hampir setara dengan 2025 dan menggambarkan peningkatan sekitar 0,1–0,5 persen untuk segmen tertentu.
Australia tercatat sebagai pasar wisman terbesar ke Bali hingga Juli 2026. Kilasbali melaporkan bahwa total wisman asal Australia mencapai 982.403 orang dan masih menempati posisi pertama, diikuti oleh pasar Tiongkok, India, dan Inggris. Bali Post juga menempatkan Australia sebagai pasar utama, dengan komposisi pengunjung yang kuat sepanjang awal 2026.
Data bulanan BPS Bali
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisman ke Bali pada Juli 2026 mencapai 697.809 orang, naik 15,34 persen dibandingkan Juni 2026. Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan bahwa sebagian besar wisman datang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yaitu 697.800 kunjungan, yang juga naik 15,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Data BPS Bali ini memperkuat gambaran bahwa pergerakan wisatawan ke Bali pada pertengahan 2026 kembali menguat, sejalan dengan laporan berbagai media mengenai peningkatan kunjungan sepanjang musim liburan dan dominasi pasar Australia dan Eropa.
Secara keseluruhan, gabungan laporan Dinas Pariwisata Bali yang dikutip Bali Post dan Kilasbali serta data BPS Bali menunjukkan bahwa hingga Juli 2026 kunjungan wisatawan ke Bali berada di kisaran 9,8–9,83 juta, dengan sekitar 3,9 juta wisman dan hampir 6 juta wisnus, dan tren kunjungan yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber
Berita berikutnya

Okupansi The Nusa Dua 70,51 Persen, Kunjungan Naik 8 Persen
ITDC mencatat kawasan The Nusa Dua di Kabupaten Badung membukukan okupansi rata-rata 70,51 persen dengan lama menginap 2,76 malam dan 1,79 juta kunjun…
Baca juga



