Bali Aktual

Kamis, 24 September 2026

Bagaimana Sigapura Menampilkan Harga Pangan Bali dari 60 Pasar?

Sistem Sigapura milik Pemprov Bali menampilkan pemantauan harga pangan dari 60 pasar. Data 23 September membantu warga membandingkan harga beras, cabai, daging, dan telur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan jeruk nipis, bawang, dan bumbu dapur dalam wadah di pasar tradisional.
Ilustrasi: Tumpukan jeruk nipis, bawang, dan bumbu dapur dalam wadah di pasar tradisional. · Foto: Hồng Quang Official / Pexels

Denpasar — Sistem Sigapura milik Pemerintah Provinsi Bali menampilkan pemantauan harga pangan dari 60 pasar, sementara laporan 23 September merinci harga beras, cabai, daging, dan telur.

Pemantauan ini memberi warga satu rujukan untuk membandingkan harga sebelum berbelanja. Bagi pemerintah daerah, data pasar juga menjadi dasar untuk melihat perubahan harga dan menentukan apakah pasokan atau distribusi perlu diperiksa lebih lanjut.

Harga yang tampil pada 23 September

IDN Times Bali melaporkan data Sigapura pada 23 September mencatat beras medium rata-rata Rp14.851 per kilogram. Beras premium berada di Rp16.062, sedangkan beras SPHP tercatat Rp12.043.

Untuk kelompok bumbu, harga bawang merah tercatat Rp38.578 dan bawang putih Rp29.853 per kilogram. Cabai merah besar berada di Rp27.588, sementara cabai rawit merah mencapai Rp61.412.

Data yang sama mencatat daging sapi has luar Rp120.564 per kilogram, daging babi Rp84.000, dan daging ayam ras Rp44.564. Telur ayam ras berada di Rp28.162 per kilogram, sedangkan ikan tongkol tercatat Rp37.688.

Angka tersebut merupakan harga rata-rata yang ditampilkan sistem, sehingga harga di satu pasar dapat berbeda. Warga tetap perlu memeriksa pasar terdekat dan memperhatikan tanggal data sebelum menjadikannya dasar keputusan belanja.

Cakupan pemantauan pemerintah

Bali Media Center melaporkan Sigapura memantau tujuh komoditas prioritas di 60 pasar seluruh Bali pada 22 September. Tujuh komoditas itu meliputi beras medium, daging sapi has luar, daging ayam ras, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang merah, dan bawang putih.

Laporan resmi itu juga merinci harga rata-rata untuk sembilan kabupaten dan kota. Struktur tersebut memungkinkan pemantauan dilakukan lebih rinci daripada sekadar melihat satu angka rata-rata provinsi.

Apa yang perlu diperhatikan

Publikasi harga harian belum dengan sendirinya membuktikan terjadi kelangkaan atau lonjakan harga. Penilaian perubahan perlu membandingkan komoditas, wilayah, dan periode yang sama.

Warga dapat menggunakan data sebagai titik awal, sedangkan instansi terkait perlu menjaga pembaruan dari pasar tetap konsisten. Data yang tepat waktu membantu pemerintah menjelaskan perubahan harga secara terbuka dan memudahkan masyarakat merencanakan kebutuhan rumah tangga.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.