Badung Catat 340 Kasus DBD hingga Agustus 2026, Kuta Selatan Tertinggi
Badung mencatat 340 kasus DBD sepanjang Januari-Agustus 2026 tanpa kematian. Puskesmas Kuta Selatan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, disusul Abiansemal II dan Mengwi I.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Mangupura — Kabupaten Badung mencatat 340 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dinas Kesehatan Badung menyebut tidak ada kematian akibat DBD dalam periode itu, dengan angka case fatality rate sementara 0 persen.
Data bulanan menunjukkan kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 63 kasus. Setelah itu, kasus turun menjadi 57 pada Februari dan 44 pada Maret, lalu naik lagi ke 51 pada April.
Pada Mei, kasus tercatat 26. Angkanya kemudian naik ke 40 pada Juni, sebelum turun lagi menjadi 31 pada Juli dan 28 pada Agustus.
Kuta Selatan masih tertinggi
Di tingkat puskesmas, Puskesmas Kuta Selatan mencatat kasus DBD terbanyak. Dua wilayah lain dengan beban kasus tinggi adalah Puskesmas Abiansemal II dan Puskesmas Mengwi I.
Ketiga puskesmas itu menyumbang 220 kasus atau sekitar 64,7 persen dari total kasus DBD Badung selama Januari-Agustus 2026. Pada Kuta Selatan, kasus tercatat 22 pada Januari dan 22 pada Februari, lalu mencapai 25 pada April, 17 pada Juni, dan 15 pada Agustus.
Bali Post melaporkan pola serupa di wilayah yang sama. Pada Agustus 2026, Kuta Selatan masih mencatat 15 kasus, sementara RSD Mangusada hanya merawat dua pasien DBD pada bulan itu dan belum menerima pasien DBD pada awal September.
Direktur Utama RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta, mengatakan DBD cenderung mengikuti siklus tahunan. Ia juga mengaitkan penurunan kasus dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Pencegahan diperkuat
Dinas Kesehatan Badung memperkuat pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, pemantauan jentik, dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Dinas juga melakukan fogging fokus dan fogging Ultra Low Volume sebagai bagian dari pengendalian nyamuk penular.
Langkah lain yang dijalankan ialah pemantauan dan evaluasi ke puskesmas, sekaligus dukungan bahan medis habis pakai untuk deteksi dini dengue. Upaya ini diarahkan untuk menjaga penemuan kasus dan penanganan pasien tetap cepat.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD Badung pada Januari-Agustus 2026 tampak lebih rendah. Pada periode yang sama tahun 2025, kasus sempat lebih tinggi, dengan angka Agustus yang jauh melampaui 2026.
Dengan tren itu, Badung tetap menjadi salah satu daerah yang diawasi dalam pemantauan DBD di Bali, meski jumlah kasus pada delapan bulan pertama 2026 menunjukkan penurunan.
Sumber
Berita berikutnya
Karangasem Catat 260.238 Warga dalam Desil 1–5 DTSEN
Dinas Sosial Karangasem mencatat 260.238 warga berada di Desil 1–5 DTSEN per 24 Agustus 2026. Data itu berasal dari 77.394 keluarga dan dipakai sebaga…

