Bali Aktual

Selasa, 22 September 2026

ASDP Catat 43.327 Kendaraan di Ketapang–Gilimanuk, Trip Turun 21 Persen

ASDP mencatat 43.327 kendaraan melintas di Ketapang–Gilimanuk pada 30 Agustus–5 September 2026. Di saat yang sama, jumlah kapal beroperasi turun 11 persen dan trip turun 21 persen dibanding periode serupa tahun lalu.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Banyuwangi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat 43.327 kendaraan melintas di lintasan Ketapang–Gilimanuk selama 30 Agustus–5 September 2026. Angka itu naik 8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah kapal yang beroperasi turun 11 persen menjadi 176 unit dan perjalanan kapal turun 21 persen menjadi 1.210 trip.

Data yang dikutip berbagai media dari keterangan ASDP itu menunjukkan kenaikan arus kendaraan tidak diimbangi kapasitas operasional yang sama besar. Dalam periode yang sama, ASDP juga menyebut lintasan tersebut sempat mengalami kepadatan dan antrean kendaraan.

Data utama

  • Kendaraan melintas: 43.327 unit, naik 8 persen.
  • Kapal beroperasi: 176 unit, turun 11 persen.
  • Perjalanan kapal: 1.210 trip, turun 21 persen.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan perusahaan mengoptimalkan armada untuk merespons kepadatan di lintasan itu. Ia juga menyebut pengaturan operasi kapal dilakukan bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait.

Sejumlah laporan menyebut kepadatan di Ketapang–Gilimanuk pada awal September 2026 berkaitan dengan kombinasi peningkatan arus kendaraan dan penyesuaian operasi kapal. Pada 9 September 2026, RRI melaporkan antrean di lintasan itu mulai terurai setelah ASDP menambah armada dan mengoptimalkan layanan.

Konteks operasional

Lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan penghubung utama Jawa–Bali. Saat arus kendaraan meningkat, perubahan jumlah kapal dan trip berdampak langsung pada kelancaran penyeberangan, terutama bagi kendaraan logistik dan bus antarkota.

Pada 8 September 2026, RRI juga melaporkan ASDP mengoperasikan 26 kapal di lintasan tersebut dengan pola delapan trip per hari untuk menjaga kelancaran layanan. Laporan yang sama menyebut antrean di sisi Ketapang sudah tidak memiliki ekor antrean, sedangkan di Gilimanuk masih tersisa sekitar 500 meter di kawasan Gapura Gilimanuk.

Data periode 30 Agustus–5 September 2026 menjadi ukuran terbaru yang menunjukkan selisih antara pertumbuhan volume kendaraan dan kapasitas operasi kapal. Dalam laporan yang beredar, ASDP menekankan pentingnya optimalisasi armada dan penyesuaian pola layanan agar penyeberangan tetap bergerak normal.

Sejumlah media lokal juga mengutip ASDP yang menjelaskan bahwa layanan di lintasan itu dipercepat dengan penerapan skema bongkar-muat dan pengoperasian kapal berkapasitas besar. Langkah tersebut ditempuh untuk mengurai kepadatan yang sempat terjadi pada awal September.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.