Undiksha Kembangkan Pupuk L2Nano, Petani Jagaraga Klaim Panen Naik
Dosen Undiksha Singaraja mengembangkan pupuk organik L2Nano dan pestisida nabati berbahan lokal di Desa Jagaraga, Buleleng.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Buleleng — Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengembangkan pupuk organik L2Nano dan pestisida nabati berbasis bahan lokal melalui program desa binaan di Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Inovasi ini digarap tim dosen lintas bidang untuk menjawab persoalan biaya produksi pertanian, ketergantungan pada pupuk anorganik, serta dampak penggunaan bahan kimia berlebihan terhadap lahan, menurut ketua tim inovator Prof. I Wayan Karyasa.
Produk pupuk organik yang dikembangkan diberi nama L2Nano.
Menurut penjelasan Karyasa, L2Nano merupakan pupuk kompos lepas lambat berbasis arang sekam atau nanokarbon yang diformulasikan dengan nanosilika, nanokalsium fosfat, serta nanopartikel magnesium oksida dan seng oksida.
Pupuk ini dirancang menggunakan prinsip pelepasan nutrisi secara lambat dan bertahap (slow release
L2Nano terutama ditujukan untuk memperkuat batang tanaman padi sehingga tidak mudah rebah saat musim hujan, sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang mahal dan berpotensi merusak tanah.
Gulma diolah menjadi pestisida nabati
Selain pupuk L2Nano, tim Undiksha mengembangkan pestisida nabati berbahan gulma yang selama ini dianggap mengganggu tanaman.
Pestisida nabati ini dikombinasikan dengan biostimulan dan diarahkan untuk membantu mengendalikan hama serta meningkatkan ketahanan tanaman, menurut laporan lembaga penyiaran publik yang meliput kegiatan tersebut.
Produk pupuk dan pestisida ini diuji langsung di lahan petani di Desa Jagaraga.
Salah satu petani, Putu Widianya, menyatakan pertumbuhan tanaman di lahan demplot lebih baik, buah lebih lebat, dan biaya produksi turun karena tidak lagi bergantung pada pupuk anorganik.
Menurut pengakuan Widianya, hasil panen di lahan yang menggunakan L2Nano dan pestisida nabati meningkat hingga sekitar 25 persen dibanding sebelumnya.
Pernyataan tersebut masih bersifat pengalaman lapangan petani dan belum dikaitkan dengan hasil uji statistik terstruktur.
Peluang pengembangan melalui desa
Program pemanfaatan pupuk L2Nano dan pestisida nabati di Jagaraga menjadi bagian dari inisiatif desa technopark penerapan iptek material maju hijau yang digagas Undiksha.
Beberapa tokoh warga desa terlibat aktif dalam proyek pembelajaran berinovasi, termasuk penerapan pupuk organik lepas lambat berbasis bahan nano hijau di lahan padi.
Perbekel Jagaraga, Nyoman Parta, menilai pemanfaatan teknologi pupuk organik dan pestisida nabati berbasis bahan lokal berpotensi mendukung peningkatan ekonomi desa melalui penguatan sektor pertanian, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan media lokal.
Pemerintah desa dan tim Undiksha mengkaji peluang memperluas penerapan pupuk L2Nano dan pestisida nabati, sejalan dengan konsep pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan desa binaan.
Dari sisi riset, L2Nano dikembangkan sebagai pupuk kompos lambat lepas yang diharapkan dapat membenahi tanah sawah, meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap stres biotik dan abiotik, serta menaikkan produktivitas hasil panen.
Hasil kajian tim Undiksha menunjukkan kombinasi kompos, nanokarbon, nanosilika, nanokalsium fosfat, dan nanopartikel logam mikro sebagaimana diformulasikan dalam L2Nano dipandang sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada padi sawah.
Ke depan, pengembangan pupuk dan pestisida berbasis sumber daya lokal di Jagaraga dan wilayah lain di Buleleng masih memerlukan uji berulang di berbagai kondisi lahan, pemantauan dampak jangka panjang, serta pendampingan kepada petani.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undiksha, Prof. I Gusti Agung Lanang Parwata, dalam informasi resmi lembaga menempatkan program pengabdian seperti di Jagaraga sebagai bagian dari konsep Kampus Berdampak, yaitu riset dan inovasi perguruan tinggi yang langsung menjawab persoalan masyarakat, termasuk petani.
Data yang terkonfirmasi dari berbagai sumber mencakup nama produk pupuk organik L2Nano, basis bahan arang sekam dan material nano, lokasi uji di lahan petani Desa Jagaraga, serta pengakuan petani mengenai peningkatan panen dan penurunan biaya produksi.
Sumber
Berita berikutnya

KONI Klungkung Siapkan Sanksi Atlet Absen TC Fisik Bareng TNI
KONI Klungkung menyiapkan sanksi berupa pencoretan dari kontingen Porprov Bali 2027 bagi atlet dan cabang olahraga yang menolak mengikuti pemusatan la…

