Bali Aktual

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tiga Truk Sampah Diangkut dari Hutan Suter Bangli

Pembersihan hutan Suter di jalur Besakih–Kintamani mengangkut tiga truk sampah dari dua titik ke TPA Landih. Dugaan pembuangan ilegal dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kaleng minuman bekas dan sampah plastik tergeletak di antara semak dan ranting kering.
Ilustrasi: Kaleng minuman bekas dan sampah plastik tergeletak di antara semak dan ranting kering. · Foto: Lisa Fotios / Pexels

Bangli — Tiga truk sampah dipindahkan ke TPA Landih setelah warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pokdarwis Abang Erawang, dan komunitas motocross membersihkan dua titik di kawasan hutan Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kawasan hutan di jalur Besakih–Kintamani itu ditemukan menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Tumpukan sampah di tepi jalan diduga dibawa menggunakan truk pada malam hari. Warga menduga sampah berasal dari luar Kabupaten Bangli.

Petugas dan warga menemukan kertas nota, surat, serta foto yang memuat identitas lokasi ketika pembersihan berlangsung. Mereka juga menemukan limbah batok kelapa utuh yang dinilai bukan berasal dari tiga desa di kawasan Abang Erawang.

TPA Landih hanya menerima sampah dari wilayah Kabupaten Bangli. Dugaan sementara, truk dari luar daerah membuang muatannya di hutan Suter setelah ditolak masuk ke TPA tersebut.

Sampah hutan Suter sudah dibawa ke TPA Landih

Bagi warga dan pengguna jalur Besakih–Kintamani, perubahan yang bisa dipakai hari itu adalah kawasan yang dibersihkan tidak lagi menjadi titik penumpukan yang sama. Sebanyak tiga truk sampah dari dua lokasi sudah diangkut ke TPA Landih.

Dugaan pembuangan ilegal telah dilaporkan kepada Polsek Kintamani dan Bhabinkamtibmas setempat. Beberapa sampah yang memuat petunjuk identitas diamankan sebagai barang bukti. Warga juga berencana memeriksa rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur Suter untuk mengidentifikasi kendaraan yang melintas saat kejadian.

Warga, BKSDA, Pokdarwis Abang Erawang, dan komunitas motocross terlibat dalam kegiatan pembersihan. Pokdarwis adalah kelompok sadar wisata yang membantu menjaga kawasan dan kegiatan wisata setempat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kabupaten/Kota

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.