Tanah Lot Art and Food Festival VII Digelar 28–30 Agustus 2026
Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 berlangsung 28–30 Agustus di DTW Tanah Lot, Tabanan. Parade gebogan dan baleganjur saat senja serta ikon kuliner persawahan Ulam Carik menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Tabanan — Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 digelar selama tiga hari pada 28–30 Agustus 2026 di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Festival mengusung dua ikon utama, yakni Sunset in Paradise dan Ulam Carik, dengan target kunjungan sekitar 3.000–4.000 orang per hari dan total 10 ribu pengunjung selama pelaksanaan.
Manajer DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menjelaskan, Sunset in Paradise dikonsepkan sebagai parade budaya yang digelar menjelang matahari terbenam. Parade ini memadukan arak-arakan gebogan bernuansa tridatu—merah, putih, hitam—dan tabuhan baleganjur di kawasan Tanah Lot.
Parade budaya saat senja
Parade gebogan dan baleganjur melibatkan 15 banjar adat di Desa Beraban. Bendesa Adat Beraban I Ketut Sujana mengatakan, lima banjar tampil setiap hari selama tiga hari pelaksanaan festival. Arak-arakan digelar menjelang matahari terbenam sehingga pengunjung dapat menyaksikan gebogan bernuansa tridatu dan tabuhan baleganjur dengan latar pemandangan senja di Tanah Lot.
Menurut pemberitaan sejumlah media lokal, kawasan DTW Tanah Lot dibuka sejak pagi, sementara parade budaya dijadwalkan mendekati waktu matahari terbenam dan dilanjutkan dengan pertunjukan musik pada malam hari.
Kuliner warisan persawahan Tabanan
Ikon kuliner Ulam Carik mengangkat makanan tradisional yang berbahan hasil kawasan persawahan di Tabanan. Sajian yang diperkenalkan antara lain lindung metunu atau belut panggang dengan sambal bejek, jukut gondo, kakul dengan bumbu suna cekuh, pesan testes berupa pepes ikan air tawar, serta olahan kuah kakul.
Pengunjung juga dapat menemukan minuman dan kudapan tradisional seperti rujak bir, jaje uli tape, rujak tibah berbahan mengkudu, serta loloh cemcem. Sejumlah hidangan, antara lain rujak tibah dan es bir, disajikan secara gratis pada waktu tertentu selama festival, terutama di area klinik kuliner.
Menurut laporan media pariwisata lokal, bahan pangan untuk tema Ulam Carik dipasok dari produsen dan petani lokal di Kabupaten Tabanan sehingga menjadi ruang promosi kuliner persawahan setempat.
Data dan tema festival
- Tanggal pelaksanaan: 28–30 Agustus 2026.
- Lokasi: DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
- Target kunjungan: sekitar 3.000–4.000 orang per hari, total 10 ribu pengunjung selama festival.
- Tema umum: “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, tentang menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.
Akses dan tujuan penyelenggaraan
Festival dipusatkan di kawasan wantilan dan halaman utama DTW Tanah Lot, yang menjadi jalur pergerakan wisatawan menuju area pantai dan pura. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan festival ini menjadi sarana pelestarian seni dan budaya sekaligus penguatan pariwisata daerah, dengan mengangkat identitas agraris Tabanan melalui ikon kuliner Ulam Carik.
Sejumlah laporan menyebutkan, Tanah Lot Art and Food Festival VII juga diisi pameran kerajinan, stan UMKM, dan pertunjukan seni modern setelah rangkaian parade budaya dan sesi kuliner. Penyelenggara berharap kegiatan ini mendorong perputaran ekonomi lokal selama akhir Agustus, periode yang disebut ramai kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga


