Sanur Bahas Tenaga Kerja Lokal untuk Energi Bersih Nusa Penida
Satu Hari Energi Bersih 2026 di Sanur membahas keterampilan dan sertifikasi tenaga lokal untuk mendukung target 100 persen energi terbarukan Nusa Penida pada 2030.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Denpasar — Kementerian PPN/Bappenas, GIZ, dan Pusat Keterampilan Energi Terbarukan membahas kebutuhan tenaga kerja lokal untuk mendukung transisi Nusa Penida menuju 100 persen energi terbarukan pada 2030 dalam kegiatan Satu Hari Energi Bersih 2026 di Mercure Hotel Sanur, 15 Oktober 2026.
Forum ini menjadi bagian dari Bali Climate Week 2026. Pembahasannya menempatkan keterampilan dan sertifikasi sebagai kebutuhan agar masyarakat setempat, terutama generasi muda, dapat mengambil bagian dalam pengembangan energi bersih.
Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH bersama mitra mendorong penguatan sekolah menengah kejuruan, politeknik, dan balai latihan kerja. Dukungan itu mencakup pelatihan bagi guru dan siswa di bidang energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya.
Tenaga kerja lokal menentukan kesiapan energi bersih Nusa Penida
Bagi pembaca di Bali, isu ini berkaitan dengan peluang kerja dan kesiapan tenaga lokal di Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Energi bersih tidak hanya membutuhkan pembangkit dan jaringan, tetapi juga orang yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologinya.
Kegiatan di Sanur juga menghadirkan edukasi pekerjaan hijau bagi generasi muda, konsultasi karier melalui Green Jobs Clinic, serta Policy Room yang mempertemukan pemerintah, industri, asosiasi energi terbarukan, dan lembaga pendidikan.
Forum tersebut membahas rekomendasi regulasi daerah, integrasi pembelajaran energi terbarukan di sekolah menengah kejuruan, program magang industri, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, serta pengembangan Green Jobs Portal untuk menghubungkan tenaga kerja dengan peluang kerja di sektor energi bersih.
Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan pembelajaran ke pembangkit listrik tenaga surya Bali Timur berkapasitas 25 MWp di Karangasem pada 14 Oktober 2026. Sebanyak 30 siswa dan guru sekolah menengah kejuruan, mahasiswa, serta instruktur pelatihan mengikuti kunjungan itu untuk mengenal pengoperasian pembangkit energi terbarukan dan kompetensi yang dibutuhkan.
Perubahan yang bisa dicatat pembaca hari itu adalah arah pengembangan energi bersih Nusa Penida mulai dikaitkan langsung dengan pelatihan, sertifikasi, magang, dan akses kerja bagi tenaga lokal.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Piodalan Pura Penataran Ped Mencapai Puncak 14 Oktober
Puncak piodalan Pura Penataran Ped dan Pura Ratu Gede berlangsung 14 Oktober 2026 di Desa Ped, Nusa Penida. Tarif fast boat The Angkal sekali jalan Rp…
Terbaru di Kabupaten/Kota

Berita utama hari ini

Baca juga




