Bali Aktual

Jumat, 9 Oktober 2026

Pura Samuantiga Gelar Ngeratep dan Melaspas Jelang Pujawali

Pura Samuantiga di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, menggelar ngeratep dan melaspas pada 9 Oktober 2026. Puncak pujawali berlangsung 10 Oktober.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kompleks pura Bali dengan taman bunga berlatar belakang perbukitan berkabut.
Ilustrasi: Kompleks pura Bali dengan taman bunga berlatar belakang perbukitan berkabut. · Foto: Lucas Tran / Pexels

Gianyar — Pura Samuantiga menggelar prosesi ngeratep sekaligus melaspas pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebagai pembuka pujawali Ida Bhatara Ratu Agung Sakti yang puncaknya berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026.

Rangkaian ini digelar setelah perbaikan dan pembaruan pewarnaan atau ngodak pada tapakan. Tapakan adalah perlengkapan atau simbol sakral yang digunakan dalam rangkaian upacara. Pujawali berlangsung selama tiga hari atau nyejer dan melibatkan belasan tapakan dari lima desa adat pengempon.

Lima desa adat tersebut adalah Desa Adat Bedulu, Tengkulak Kaja, Tengkulak Tengah, Taman, dan Wanayu Mas. Pura Samuantiga berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Puncak pujawali berlangsung 10 Oktober mulai pukul 09.00 WITA

Pada hari pertama, Sabtu, 10 Oktober, puncak pujawali dimulai pukul 09.00 WITA hingga malam hari. Persembahyangan diperuntukkan bagi krama Desa Adat Tengkulak Kelod, Tengkulak Tengah, Tengkulak Kaja, serta pemedek umum.

Rangkaian berlanjut pada Minggu, 11 Oktober, dengan persembahyangan bagi krama Desa Adat Bedulu, Tegallinggah, Margasengkala, Hyang Loni Desa Buruan, dan masyarakat umum. Setelah upacara penganyaran pukul 18.00 WITA, pementasan Calonarang dijadwalkan mulai pukul 20.00 WITA. Sesuhunan Ratu Agung Sakti bersama belasan tapakan akan nemari atau masolah napak pertiwi.

Pada Senin, 12 Oktober, upacara penganyaran dan Nyidakarya dilaksanakan pukul 16.00 WITA. Rangkaian ditutup dengan prosesi nedunang tapakan sesuhunan serta penyerahan pesegeh sebelum seluruh tapakan kembali ke payogan masing-masing.

Bagi krama dan pemedek, perubahan yang perlu diperhatikan hari itu adalah jadwal persembahyangan puncak pada 10 Oktober mulai pukul 09.00 WITA serta rangkaian lanjutan pada 11 dan 12 Oktober sesuai pembagian waktu yang telah ditetapkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Budaya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.