Bali Aktual

Minggu, 8 November 2026

Pemerintah Kaji Kereta dan Water Taxi untuk Atasi Macet Bali

Pemerintah mengkaji kereta dan water taxi untuk meredakan kemacetan Bali. AHY mengatakan pertumbuhan wisatawan perlu diimbangi infrastruktur dan daya dukung wilayah.

Oleh

· 2 menit baca

Denpasar — Pemerintah pusat pada Sabtu 7 November 2026 mengkaji kereta dan water taxi sebagai pilihan transportasi untuk mengatasi kemacetan serta menjaga daya saing pariwisata Bali.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pertumbuhan pariwisata perlu diimbangi kesiapan infrastruktur dan daya dukung wilayah. Ia menyebut pemerintah terus mengembangkan transportasi publik, termasuk membahas kemungkinan water taxi bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan AHY setelah menghadiri Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII Universitas Ngurah Rai Tahun 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Pemerintah menilai kemacetan yang dibiarkan dapat mengurangi kenyamanan wisatawan dan menurunkan daya saing Bali sebagai destinasi internasional.

AHY juga menyebut hampir 45 persen wisatawan mancanegara datang ke Bali. Karena itu, peningkatan kunjungan perlu berjalan bersama penguatan transportasi, tata ruang, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air. Kereta disebut sebagai bagian dari agenda penguatan konektivitas, sementara water taxi dipertimbangkan sebagai moda alternatif selain angkutan publik yang sudah berjalan.

Kereta dan water taxi menentukan pilihan perjalanan di Bali

Bagi pembaca yang bergerak antara Denpasar, Kabupaten Badung, dan kawasan wisata selatan Bali, kabar ini belum mengubah tarif, jadwal, atau jalur perjalanan pada hari ini. Water taxi masih berada pada tahap pembahasan pemerintah, sehingga layanan tersebut belum dapat dipakai sebagai pilihan perjalanan harian.

Konteks pengembangannya berkaitan dengan kebutuhan menghubungkan transportasi darat, laut, dan udara. Pemerintah juga membahas angkutan massal dan pilihan transportasi lain untuk merespons pertumbuhan wisatawan serta kepadatan kawasan. Sumber lain menyebut rencana water taxi menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, tetapi laporan AHY pada 7 November 2026 tidak menetapkan rute, tarif, jadwal operasi, atau tenggat layanan.

Perubahan bagi pembaca hari ini adalah informasi mengenai arah kebijakan, bukan layanan baru: perjalanan tetap menggunakan moda yang sudah tersedia sambil menunggu keputusan resmi mengenai pembangunan kereta dan pengembangan water taxi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.