Bali Aktual

Kamis, 15 Oktober 2026

Pasma Royce Prioritaskan Pelayanan Publik dan Penegakan Hukum di Bali

Kapolda Bali Irjen Pasma Royce menetapkan pelayanan publik dan penegakan hukum sebagai prioritas. Akademisi Universitas Warmadewa mendorong sinergi menghadapi narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lorong panjang sebuah gedung yang sepi dengan pintu-pintu kayu dan jendela besar.
Ilustrasi: Lorong panjang sebuah gedung yang sepi dengan pintu-pintu kayu dan jendela besar. · Foto: cottonbro studio / Pexels

Denpasar — Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce menyatakan peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum profesional serta berkeadilan menjadi prioritasnya setelah memimpin Polda Bali pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Denpasar.

Mengapa ini penting: Prioritas baru Polda Bali mencakup pelayanan publik dan penegakan hukum, sementara akademisi mendorong pencegahan narkotika, perdagangan orang, kejahatan siber, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pasma menyampaikan komitmen itu seusai upacara penyerahan pataka Polda Bali di Markas Polda Bali. Ia mengatakan kehadiran polisi di tengah masyarakat ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan mendukung kegiatan pariwisata di Bali, menurut NusaBali.

Pasma menggantikan Irjen Pol. Daniel Adityajaya. Serah terima jabatan dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Markas Besar Polri pada Jumat, 9 Oktober 2026, menurut Bali Post.

Harapan akademisi

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Universitas Warmadewa, Prof. I Nyoman Sujana, berharap kepemimpinan Pasma memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan serta keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.

Sujana juga mendorong komunikasi dan kerja sama kepolisian dengan bendesa adat, pecalang, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku pariwisata, dan masyarakat adat.

Menurut Bali Post, ia menyoroti sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan Bali, antara lain peredaran narkotika, perdagangan orang, kejahatan siber, penipuan, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia meminta pencegahan dan penindakan dilakukan secara terukur dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

Sujana menyebut perguruan tinggi dapat menjadi mitra kepolisian melalui edukasi hukum, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkotika, perlindungan perempuan dan anak, serta penelitian mengenai persoalan hukum dan keamanan masyarakat.

Polda Bali juga menyatakan akan melanjutkan program positif yang dijalankan pada masa kepemimpinan sebelumnya. Pasma mengharapkan kolaborasi dengan media untuk mendukung kinerja kepolisian dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat, menurut NusaBali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.