Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Ngurah Rai Layani 13,2 Juta Penumpang hingga Juli 2026

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sekitar 13,2 juta pergerakan penumpang sepanjang Januari–Juli 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

DenpasarBandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melayani sekitar 13,2 juta pergerakan penumpang sepanjang Januari hingga Juli 2026, terdiri atas 8,5 juta penumpang rute internasional dan 4,7 juta penumpang rute domestik menurut General Manager Nugroho Jati dalam keterangan tertulis.

Dalam periode yang sama, pengelola bandara yang berada di bawah PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat sekitar 80 ribu pergerakan pesawat udara.

Pergerakan tersebut terbagi atas sekitar 43 ribu penerbangan internasional dan 36 ribu penerbangan domestik.

Nugroho menyatakan operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan di bandara berjalan lancar selama tujuh bulan pertama 2026.

Dominasi penumpang internasional

Data yang disampaikan pengelola menunjukkan rute internasional masih mendominasi trafik penumpang di Ngurah Rai.

Selama Januari hingga Juli 2026, sebanyak sekitar empat juta wisatawan mancanegara tercatat tiba di Bali melalui bandara ini berdasarkan data Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang dikutip media nasional.

Wisatawan asal Australia menjadi kelompok terbesar dengan sekitar satu juta kedatangan atau seperempat dari total, disusul China sekitar 358 ribu orang, India 327 ribu orang, Korea Selatan 174 ribu orang, dan Britania Raya 172 ribu orang.

Pengelola menyebutkan bahwa trafik internasional yang tinggi tidak lepas dari jaringan penerbangan yang menghubungkan Bali dengan berbagai kota di Asia dan Australia.

Jaringan rute dan peran hub

Nugroho menjelaskan, jaringan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dilayani puluhan maskapai nasional dan asing yang menghubungkan Bali dengan sejumlah destinasi di kawasan.

Australia menjadi salah satu pasar utama dengan rute penerbangan yang relatif banyak.

Di rute domestik, Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta tetap menjadi penghubung utama sebelum penumpang melanjutkan perjalanan ke Bali atau ke destinasi lain di Indonesia.

Pengelola menyampaikan bahwa posisi Ngurah Rai sebagai simpul konektivitas mendukung pergerakan penumpang internasional dan domestik menuju destinasi lain di kawasan, seperti Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Aktivitas kargo

Selain penumpang dan pesawat, aktivitas logistik di Bandara I Gusti Ngurah Rai juga meningkat.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, pengelola mencatat puluhan ribu ton kargo yang dilayani melalui bandara ini, baik untuk rute internasional maupun domestik.

Menurut Nugroho, pencapaian trafik penumpang, pesawat, dan kargo menjadi dasar bagi pengelola untuk menjaga kelancaran operasional, meningkatkan pelayanan, serta mempertahankan standar keamanan dan keselamatan penerbangan.

Konteks nasional

Pada tingkat nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai sekitar 8,98 juta kunjungan secara kumulatif selama Januari hingga Juli 2026.

BPS menyebut capaian tersebut meningkat sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan menjadi yang tertinggi sejak 2020.

Dalam laporan yang sama, BPS mencatat bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi pintu masuk utama dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak, disusul Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.