Maha Kopi Bali Dorong Warga Kelating Masuk ke Peluang Pariwisata
Pertumbuhan vila dan guest house di Desa Kelating mendorong warga masuk ke usaha wisata. Maha Kopi Bali, yang beroperasi sejak April 2026, mencatat rata-rata 15–20 pengunjung per hari menurut pengelolanya.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Singasana, Tabanan — Pertumbuhan akomodasi wisata di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, membuka ruang bagi usaha kuliner lokal. Salah satu yang muncul adalah Maha Kopi Bali, yang menurut pengelolanya melayani rata-rata 15–20 pengunjung per hari sejak mulai beroperasi pada April 2026.
Penggagas Maha Kopi Bali, I Dewa Made Maharjana, mengatakan usaha itu dibangun agar warga setempat ikut terlibat dalam ekonomi pariwisata, bukan sekadar menjadi penonton. Ia menyebut peluang itu penting karena Kelating kian dikenal sebagai kawasan tujuan menginap.
Media lokal pada 30 Agustus 2026 melaporkan di Kelating berdiri lebih banyak vila pribadi dan guest house milik warga. Sejumlah akomodasi itu disebut menarik lebih banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, ke wilayah pesisir selatan Tabanan.
Dalam pemberitaan itu, kebutuhan akan tempat makan dan ruang santai dinilai belum sepenuhnya terpenuhi oleh fasilitas yang ada. Situasi tersebut menjadi celah bagi pelaku usaha desa untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan pola kunjungan wisatawan.
Usaha desa
Maha Kopi Bali berdiri di atas lahan sekitar 2 are di Jalan Uma Taman, Banjar Dangin Jalan, Desa Kelating. Bangunannya tiga lantai dan memadukan suasana Bali dengan ruang makan, ruang pertemuan, dan area luar untuk kegiatan tertentu.
Menurut Maharjana, lantai tiga menawarkan pemandangan sawah, gunung, matahari terbit, matahari terbenam, dan bulan purnama saat cuaca cerah. Lantai dua disiapkan sebagai ruang pertemuan berkapasitas sekitar 50 orang untuk rapat, pertemuan kelompok, dan acara privat.
Ia juga menyebut menu yang disajikan mencakup makanan Indonesia dan Barat. Harga diarahkan agar tetap terjangkau bagi pasar lokal, sambil menargetkan wisatawan mancanegara secara bertahap.
Pengelola mengatakan pertumbuhan kunjungan ke Maha Kopi Bali mencapai sekitar 15 persen per bulan. Pada malam Minggu, tempat itu menghadirkan musik akustik untuk menambah daya tarik bagi pengunjung.
Lapangan kerja lokal
Maharjana menilai hadirnya usaha wisata di desa penting agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada pemilik akomodasi. Ia mengatakan seluruh pekerja di Maha Kopi Bali berasal dari Bali, sehingga usaha itu juga membuka lapangan kerja di sekitar tempat tinggal mereka.
Menurut dia, pekerjaan dekat rumah memberi pilihan bagi generasi muda untuk tetap bekerja sambil lebih mudah mengikuti kegiatan adat dan sosial desa. Ia menilai hubungan itu penting agar perkembangan pariwisata tidak memutus ikatan warga dengan banjar dan adat.
Perkembangan Kelating, kata Maharjana, semestinya dibaca bukan hanya dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari pembagian manfaat ekonomi. Karena itu, ia berharap usaha yang tumbuh di desa dapat ikut mengangkat nama Kelating dan memperluas kesempatan kerja warga lokal.
Pada saat yang sama, maraknya vila dan guest house menunjukkan perubahan fungsi ekonomi di desa. Dari situ, usaha kuliner seperti Maha Kopi Bali menjadi salah satu cara warga mengisi kebutuhan layanan yang tumbuh bersama pariwisata.
Hingga 30 Agustus 2026, pengelola menyebut usaha itu masih berada pada fase awal perkembangan. Namun, dengan arus kunjungan yang terus naik dan kebutuhan wisatawan yang makin spesifik, Kelating mulai menunjukkan ruang baru bagi warga untuk masuk ke rantai ekonomi pariwisata.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga



