IHC, IAS, dan Bank Mandiri Luncurkan Wisata Medis Terintegrasi di Sanur
IHC, InJourney Aviation Services, dan Bank Mandiri meluncurkan layanan wisata medis terintegrasi di Bali International Hospital, Sanur. Skema ini menggabungkan reservasi, perjalanan, transportasi bandara, dan pembayaran digital.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Denpasar — Indonesia Healthcare Corporation (IHC), InJourney Aviation Services (IAS), dan Bank Mandiri meluncurkan layanan wisata medis terintegrasi di Bali International Hospital (BIH), Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur, Denpasar. Program ini menghubungkan layanan kesehatan, pendampingan perjalanan udara, dan layanan perbankan digital dalam satu ekosistem.
Peluncuran kolaborasi itu berlangsung di BIH, Sanur, pada 13 Februari 2026, menurut pernyataan resmi IAS dan BIH. Dalam keterangan IAS, ketiga BUMN ini memperkenalkan layanan IHC x Joumpa by Livin’ Sukha Mandiri sebagai bentuk integrasi layanan kesehatan IHC, layanan penanganan kebandaraan IAS, dan layanan perbankan Bank Mandiri.
BIH menyebut layanan itu sebagai medical tourism terintegrasi pertama di Indonesia. Rumah sakit tersebut berada di KEK Kesehatan Sanur dan diposisikan sebagai pusat layanan bagi pasien yang membutuhkan kemudahan sejak reservasi, kedatangan, perawatan, hingga kepulangan.
Menurut IAS, peran perusahaan itu mencakup layanan penanganan bandara dan perjalanan pasien melalui produk Joumpa. BIH menjelaskan, integrasi tersebut juga terhubung dengan layanan digital Bank Mandiri melalui Livin’ Sukha untuk mendukung reservasi dan transaksi pasien.
Rangkaian layanan
IHC menempatkan BIH sebagai rumah sakit yang menggabungkan layanan medis dengan akses transportasi dan keuangan yang lebih sederhana. Dalam materi BIH, ekosistem ini dirancang agar pasien dapat memperoleh pengalaman yang terhubung dari prakedatangan sampai pascaperawatan.
IAS menyatakan layanan terintegrasi ini mencakup dukungan perjalanan udara dan pendampingan pasien saat tiba di Bali. BIH menambahkan, skema itu dibuat untuk memudahkan pasien yang datang ke Denpasar untuk pemeriksaan kesehatan maupun perawatan lanjutan.
Bank Mandiri menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem layanan kesehatan berbasis digital. Dalam pemberitaan media lokal, bank pelat merah itu juga menautkan program tersebut dengan upaya menahan belanja kesehatan warga Indonesia agar tetap berputar di dalam negeri.
BIH berlokasi di Jalan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan. Rumah sakit ini menjadi bagian dari pengembangan KEK Kesehatan Sanur yang diproyeksikan menghubungkan layanan kesehatan dengan sektor pariwisata Bali.
Kolaborasi tiga BUMN itu muncul di tengah tingginya minat warga Indonesia berobat ke luar negeri. Dalam pernyataan yang dikutip dari sumber resmi dan media lokal, para pengelola layanan menempatkan Bali sebagai مقصد layanan medis yang lebih dekat, terhubung, dan mudah diakses bagi pasien domestik maupun mancanegara.
Sejumlah kanal resmi BIH dan IAS juga menyebut kerja sama itu sebagai langkah membangun model medical tourism nasional. Dengan ekosistem tersebut, BIH diposisikan bukan hanya sebagai rumah sakit, tetapi juga simpul layanan yang menghubungkan kesehatan, perjalanan, dan transaksi finansial.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga


