Gazebo di Bantaran Tukad Unda Rusak, Dispar Klungkung Terbuka Pada Usulan Warga
Gazebo bambu dan fasilitas swafoto di bantaran Tukad Unda, Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, Klungkung, rusak dan dipenuhi semak.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Klungkung — Spot wisata di bantaran Tukad Unda, Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung, Bali, tampak terbengkalai. Gazebo bambu dan fasilitas swafoto di tepi sungai rusak serta dipenuhi semak belukar, berdasarkan laporan peninjauan lapangan pada Kamis, 27 Agustus 2026 menurut detikBali.
Objek wisata di bantaran Tukad Unda sebelumnya menjadi tempat favorit wisatawan lokal dan mancanegara untuk bersantai dan berfoto. Namun, bangunan bambu berbentuk gazebo kini kehilangan atap rumbia, menyisakan rangka kayu dan bambu yang mulai lapuk. Area tempat duduk di sekitar gazebo berlumut dan ditumbuhi tanaman liar.
Lokasi spot wisata ini berada di bantaran Dam Tukad Unda di Banjar atau Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung. Kawasan bantaran sungai tersebut sebelumnya telah direncanakan sebagai ruang wisata dan rekreasi sepanjang sekitar 500 meter di sisi dam Tukad Unda.
Pengelolaan Swadaya dan Dampak Pandemi
Kepala Lingkungan Lebah, Gede Aryana, menjelaskan kepada detikBali bahwa fasilitas wisata di bantaran Tukad Unda dibangun dan dikelola secara swadaya oleh warga sekitar. Pembangunan mengandalkan sumbangan sukarela dari pengunjung, dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat di lingkungan tersebut.
Menurut Aryana, pandemi COVID-19 membuat aktivitas pariwisata di lokasi itu menurun tajam. Kunjungan wisatawan yang merosot menyebabkan perawatan fasilitas berhenti sehingga bangunan dan area duduk dibiarkan dalam kondisi rusak dan tertutup semak.
Aryana menyebut belum mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada pemerintah kabupaten. Fasilitas yang rusak di bantaran Tukad Unda saat ini masih bergantung pada prakarsa warga, sementara kunjungan wisatawan belum kembali seperti sebelum pandemi.
Respons Dinas Pariwisata Klungkung
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menyatakan objek wisata di tingkat desa pada umumnya dikelola oleh desa wisata atau kelompok sadar wisata. Ia menyebut dinas pariwisata terbuka terhadap usulan warga untuk penataan kembali objek wisata yang mengalami kendala, termasuk bantaran Tukad Unda.
Mahajaya meminta masyarakat dan pengelola lokal melaporkan potensi wisata yang membutuhkan penanganan. Usulan perbaikan maupun pengembangan akan ditinjau dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan potensi destinasi tersebut.
Dalam sejumlah kesempatan, Mahajaya menekankan pentingnya penataan ekosistem pariwisata di Klungkung melalui penguatan pengelolaan daya tarik wisata dan penyesuaian mekanisme retribusi di kawasan wisata. Kebijakan itu diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendukung pembenahan destinasi, terutama di wilayah yang memiliki potensi kunjungan tinggi.
Tukad Unda Sebagai Daya Tarik Wisata
Tukad Unda dan Dam Tukad Unda dikenal sebagai daya tarik wisata di Klungkung dengan pemandangan aliran sungai bertingkat yang kerap dimanfaatkan sebagai latar foto. Di sisi timur bendungan, sejak 2017 warga mengembangkan spot Wisata Kali Unda sebagai tempat bersantai dan berfoto dengan tiket masuk terjangkau. Penelitian perencanaan lanskap bantaran Tukad Unda juga menempatkan kawasan ini sebagai ruang publik dengan fungsi wisata dan rekreasi.
Kondisi gazebo lapuk dan fasilitas swafoto yang rusak di bantaran Tukad Unda saat ini menandai perlunya kejelasan pengelolaan dan penataan ulang. Warga setempat telah menyampaikan harapan agar ada dukungan perbaikan, sementara Dinas Pariwisata membuka ruang bagi usulan penataan dari masyarakat.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga



