Bali Aktual

Senin, 21 September 2026

Festival Tanah Lot 2026 Diklaim Tarik 10.000 Kunjungan dan Rp10 Miliar

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, berlangsung 28–30 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Tanah Lot, Bali, Indonesia: Pura Tanah Lot at sunset.
Foto arsip: Tanah Lot, Bali, Indonesia: Pura Tanah Lot at sunset. · Foto: CEphoto, Uwe Aranas / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

TabananTanah Lot Art and Food Festival VII 2026 di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, berlangsung selama tiga hari pada 28–30 Agustus 2026 dan diklaim menarik sekitar 10.000 kunjungan wisatawan serta memutar ekonomi hingga Rp10 miliar di kawasan sekitar.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menyampaikan bahwa selama festival, kunjungan wisatawan rata-rata 3.500–4.000 orang per hari. Ia menyebut total kunjungan selama tiga hari tembus sekitar 10.000 orang dan memprediksi puncak keramaian terjadi pada malam penutupan Minggu, 30 Agustus 2026.

Sebelum pelaksanaan, pengelola menargetkan sekitar 10.000 kunjungan selama festival. Dalam pemberitaan lain, manajemen juga menggambarkan target peningkatan kunjungan hingga 80–90 persen dibanding hari biasa, dengan harapan jumlah pengunjung saat festival bisa menyentuh 9.000–10.000 orang per hari dibanding kunjungan normal 3.000–4.500 orang.

Perputaran ekonomi diklaim Rp10 miliar

Menurut laporan media, perputaran ekonomi selama tiga hari Tanah Lot Art and Food Festival VII diklaim mencapai sekitar Rp10 miliar. Nilai tersebut disebut tidak hanya berasal dari transaksi di dalam kawasan DTW Tanah Lot, tetapi juga mencakup aktivitas usaha masyarakat di Desa Beraban, seperti warung, hotel, restoran, dan usaha pendukung pariwisata lainnya.

Sudiana menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan selama festival mendorong mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Namun, laporan yang ada belum merinci komponen transaksi per sektor, jumlah pelaku usaha yang terlibat, maupun metode penghitungan yang digunakan untuk sampai pada estimasi Rp10 miliar.

Ragam kuliner dan UMKM

Festival tahun ini mengangkat tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya” dan menghadirkan berbagai pertunjukan seni, budaya, serta kuliner tradisional yang berakar dari kawasan persawahan Tabanan. Menurut pengelola, festival melibatkan puluhan stan industri kecil menengah (IKM) dan stan night market yang menyajikan kerajinan, produk fesyen, dan aneka kuliner lokal.

Sejumlah kuliner khas Tabanan diperkenalkan kepada wisatawan, antara lain olahan kakul (keong sawah) seperti kakul suna cakuh dan kuah kakul, serta sayur jukut gonda yang menggunakan pucuk tanaman gonda dari kawasan persawahan. Sajian lain memanfaatkan bahan lindung (belut sawah) serta berbagai olahan ulam carik yang dirancang sebagai ikon kuliner berbasis persawahan.

Dari sisi minuman tradisional, festival menampilkan rujak bir yang memadukan kelapa muda dan kuah rujak berbumbu khas Bali tanpa kandungan alkohol, serta rujak tibah berbahan sari buah mengkudu. Ragam kuliner dan minuman ini dikemas sebagai bagian dari upaya pengelola menunjukkan identitas daerah agraris dan memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan pangan lokal.

Pelibatan seniman dan pelaku usaha lokal

Festival dibuka dengan prosesi membunyikan okokan, alat tradisional khas Tabanan, yang menandai dimulainya rangkaian acara di wantilan DTW Tanah Lot. Berbagai penampilan seni dan hiburan dihadirkan sepanjang tiga hari, termasuk kelompok seni lokal dan artis Bali.

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan saat pembukaan, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di daerah perlu berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya ruang bagi seniman, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan warga lokal dalam festival agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas.

Data utama

  • Periode festival: 28–30 Agustus 2026.
  • Lokasi: Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.
  • Kunjungan: sekitar 10.000 kunjungan wisatawan selama tiga hari, menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot.
  • Perputaran ekonomi: estimasi sekitar Rp10 miliar selama festival, menurut pengelola.
  • Kunjungan harian selama festival: sekitar 3.500–4.000 orang per hari, menurut Sudiana.

Angka kunjungan harian yang disebut Sudiana apabila dijumlahkan selama tiga hari menghasilkan kisaran di atas 10.000 kunjungan. Sementara itu, laporan lain tetap menggunakan angka total sekitar 10.000 kunjungan untuk keseluruhan festival dan tidak menyajikan rekap resmi atau pemisahan antara wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.