Bali Aktual

Sabtu, 31 Oktober 2026

Dispar Bali Minta Pelaku Pariwisata Siaga Hadapi Musim Hujan

BMKG memperkirakan 3 zona musim atau 15 persen Bali mulai hujan pada November 2026 dan 17 zona musim lainnya pada Desember. Dispar Bali meminta usaha pariwisata memperkuat mitigasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memakai tudung di balik payung transparan berhias tetesan air hujan.
Ilustrasi: Seseorang memakai tudung di balik payung transparan berhias tetesan air hujan. · Foto: Caner Kökçü / Pexels

Denpasar — Tiga zona musim atau 15 persen wilayah Bali diprediksi memasuki musim hujan pada November 2026, sementara 17 zona musim atau 85 persen lainnya pada Desember 2026. Dinas Pariwisata Provinsi Bali meminta pelaku pariwisata bersiap menghadapi musim hujan 2026–2027 pada 30 Oktober 2026.

Imbauan itu ditujukan kepada pengelola hotel, vila, restoran, daya tarik wisata, kawasan pariwisata, desa wisata, dan penyedia jasa pariwisata. Mereka diminta memperhatikan informasi cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lalu menyiapkan mitigasi terhadap risiko banjir dan tanah longsor.

Prakiraan tersebut memakai data normal klimatologis periode 1991–2020. Wilayah Bali terbagi menjadi 20 Zona Musim (ZOM). Pada November 2026, wilayah yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan mencakup Kecamatan Banjar dan Sukasada di Kabupaten Buleleng, Baturiti dan Penebel di Kabupaten Tabanan, Pupuan dan Petang di Kabupaten Badung, serta Payangan di Kabupaten Gianyar.

Mitigasi menentukan kelancaran perjalanan saat hujan

Bagi wisatawan, perubahan ini berarti kondisi perjalanan dan kegiatan luar ruang dapat berbeda menurut kabupaten dan kecamatan. Pengelola perlu memantau peringatan cuaca, memeriksa akses menuju daya tarik wisata, serta menyiapkan langkah keselamatan bagi wisatawan dan pekerja, khususnya di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.

Wilayah lain di Bali diprediksi mulai mengalami musim hujan pada Desember 2026. Pelaku usaha pariwisata juga diminta terus mengikuti informasi iklim dan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk akun Instagram @bmkgbali. Dengan begitu, perubahan jadwal kegiatan atau pengaturan akses dapat dilakukan berdasarkan kondisi setempat.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan terjadi bertahap: satu ZOM atau lima persen pada Januari 2027, 16 ZOM atau 80 persen pada Februari 2027, dan tiga ZOM atau 15 persen pada Maret 2027. Untuk pembaca hari ini, belum ada perubahan tarif atau jadwal perjalanan yang diumumkan; yang berubah adalah kebutuhan memeriksa cuaca dan kondisi jalur sebelum beraktivitas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.