Bali Aktual

Minggu, 20 September 2026

Diskerpus Badung Perkuat Literasi Informasi Digital Lewat Bimtek

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung menggelar bimbingan teknis literasi informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Mapa de Bali.
Foto arsip: Mapa de Bali. · Foto: Flominator / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Mangupura — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung menggelar Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi pada Senin, 10 Agustus 2026 di Gedung Layanan Baca Sastra Mangutama, Mangupura.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam memilah dan mengevaluasi arus informasi digital, termasuk menangkal hoaks dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, menurut pemberitaan Diari Bali dan Bali Prawara.

Bimbingan teknis tersebut mendapat dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan.

Peran pustakawan dan pendidik

Acara dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Badung Luh Suryaniti yang mewakili Bupati Badung.

Menurut Suryaniti, literasi informasi diperlukan agar masyarakat mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan data secara bijaksana di tengah derasnya arus informasi digital.

Suryaniti menekankan peran pustakawan dan tenaga pendidik yang tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan daya nalar kritis sehingga tidak mudah menerima hoaks atau informasi keliru.

Pernyataan tersebut menempatkan perpustakaan dan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang menyediakan bahan bacaan sekaligus pendampingan bagi pengguna untuk memahami kualitas informasi sebelum digunakan atau disebarkan.

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam laporan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi, pelatihan semacam ini umumnya dilaksanakan secara luring dengan sedikitnya 50 peserta, menghadirkan narasumber dan moderator, serta berfokus pada penguatan kapasitas peserta dalam menghadapi arus informasi yang kompleks.

Target penerapan di layanan baca

Pelaksana Tugas Kepala Diskerpus Badung Ida Ayu Yutri Indahgustari menyebut forum tersebut sebagai ruang untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kompetensi praktis peserta.

Ia berharap peserta bimtek dapat menjadi fasilitator pembelajaran bagi masyarakat, khususnya di perpustakaan, sekolah, dan komunitas literasi, sehingga pengetahuan tentang literasi informasi dapat diterapkan dalam layanan sehari-hari.

Diskerpus Badung mengaitkan pelatihan ini dengan upaya membangun model pelayanan perpustakaan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan pola pemanfaatan ruang baca di era digital.

Kebijakan penguatan literasi informasi sejalan dengan dokumen perencanaan Diskerpus Badung yang menempatkan pembudayaan gemar membaca dan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial sebagai salah satu sasaran strategis daerah.

Konteks penguatan literasi informasi digital

Bimbingan teknis literasi informasi pada 10 Agustus 2026 menjadi bagian dari rangkaian program pemasyarakatan budaya baca dan literasi yang didukung DAK Nonfisik Perpustakaan Nasional RI di tingkat daerah.

Menurut pemerintah daerah, kemampuan menyaring dan memverifikasi informasi digital dipandang penting untuk mendukung masyarakat yang cerdas informasi serta menjaga kualitas ruang publik.

Di Badung, penguatan literasi informasi juga dilengkapi kegiatan lain, seperti talkshow literasi yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional dan edukasi bermedia sosial secara sehat dan bijak bagi pelajar.

Dengan melibatkan pustakawan, guru, dan pegiat literasi dalam bimbingan teknis, Diskerpus Badung berupaya memperluas dampak program melalui para pelaksana yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pengguna perpustakaan, siswa, dan komunitas membaca.

Dalam konteks arus informasi yang deras dan terbuka, literasi informasi menjadi keterampilan berlapis: menemukan informasi, memahami isi, mengevaluasi kelayakan dan keabsahan, lalu memanfaatkannya secara bijaksana. Pemerintah daerah menempatkan keterampilan ini sebagai bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang kritis dan bertanggung jawab.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.