Bali Aktual

Jumat, 16 Oktober 2026

Buleleng Catat 6.530 Gigitan Hewan, Tiga Orang Meninggal

Dinas Kesehatan Buleleng mencatat 6.530 gigitan hewan penular rabies hingga 12 Oktober 2026. Tiga orang meninggal dan warga diminta segera mencari pertolongan medis.

Oleh

· 2 menit baca

Singaraja — Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mencatat 6.530 kasus gigitan hewan penular rabies hingga 12 Oktober 2026. Pada periode yang sama, tiga orang meninggal dunia akibat rabies di Kabupaten Buleleng, Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, menyebut tiga korban memiliki riwayat penanganan berbeda. Dua korban tidak melaporkan gigitan ke fasilitas pelayanan kesehatan, sedangkan satu korban sempat berobat tetapi tidak menuntaskan vaksinasi antirabies (VAR).

Rabies dapat menular melalui gigitan hewan berisiko. Warga dan wisatawan yang berada di Buleleng perlu segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan, tanpa menunggu munculnya gejala. Luka gigitan perlu ditangani sesuai prosedur di fasilitas pelayanan kesehatan.

Tiga kematian membuat respons gigitan rabies perlu dilakukan hari itu juga

Angka 6.530 menunjukkan banyaknya kasus gigitan hewan penular rabies yang tercatat Dinas Kesehatan Buleleng hingga 12 Oktober 2026. Angka kematian menjadi pengingat bahwa keterlambatan melapor atau tidak menyelesaikan vaksinasi dapat berakibat fatal.

RRI melaporkan tiga orang meninggal akibat rabies di Kabupaten Buleleng hingga September 2026 dan menyebut jumlah kasus gigitan mencapai 6.530 hingga Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga melakukan koordinasi lintas sektor dan lintas program untuk menekan penularan.

Pusat vaksin rabies tersedia di Rumah Sakit Giri Emas, Rumah Sakit Tangguwisia, Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng, serta seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di wilayah Kabupaten Buleleng. Ketersediaan vaksin antirabies untuk tahun ini dilaporkan masih mencukupi.

Bagi pembaca yang berada di Buleleng, perubahan yang perlu dilakukan hari ini adalah segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan setelah tergigit hewan berisiko, melaporkan kejadian gigitan, dan mengikuti seluruh rangkaian vaksinasi yang diberikan tenaga medis.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Bali

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.