Buleleng Catat 6.530 Gigitan Hewan, Tiga Orang Meninggal
Dinas Kesehatan Buleleng mencatat 6.530 gigitan hewan penular rabies hingga 12 Oktober 2026. Tiga orang meninggal dan warga diminta segera mencari pertolongan medis.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Singaraja — Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mencatat 6.530 kasus gigitan hewan penular rabies hingga 12 Oktober 2026. Pada periode yang sama, tiga orang meninggal dunia akibat rabies di Kabupaten Buleleng, Bali.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, menyebut tiga korban memiliki riwayat penanganan berbeda. Dua korban tidak melaporkan gigitan ke fasilitas pelayanan kesehatan, sedangkan satu korban sempat berobat tetapi tidak menuntaskan vaksinasi antirabies (VAR).
Rabies dapat menular melalui gigitan hewan berisiko. Warga dan wisatawan yang berada di Buleleng perlu segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan, tanpa menunggu munculnya gejala. Luka gigitan perlu ditangani sesuai prosedur di fasilitas pelayanan kesehatan.
Tiga kematian membuat respons gigitan rabies perlu dilakukan hari itu juga
Angka 6.530 menunjukkan banyaknya kasus gigitan hewan penular rabies yang tercatat Dinas Kesehatan Buleleng hingga 12 Oktober 2026. Angka kematian menjadi pengingat bahwa keterlambatan melapor atau tidak menyelesaikan vaksinasi dapat berakibat fatal.
RRI melaporkan tiga orang meninggal akibat rabies di Kabupaten Buleleng hingga September 2026 dan menyebut jumlah kasus gigitan mencapai 6.530 hingga Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga melakukan koordinasi lintas sektor dan lintas program untuk menekan penularan.
Pusat vaksin rabies tersedia di Rumah Sakit Giri Emas, Rumah Sakit Tangguwisia, Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng, serta seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di wilayah Kabupaten Buleleng. Ketersediaan vaksin antirabies untuk tahun ini dilaporkan masih mencukupi.
Bagi pembaca yang berada di Buleleng, perubahan yang perlu dilakukan hari ini adalah segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan setelah tergigit hewan berisiko, melaporkan kejadian gigitan, dan mengikuti seluruh rangkaian vaksinasi yang diberikan tenaga medis.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Buleleng Pantau Empat SPBU, Antrean BBM Diperkirakan Reda
Disdagperinkop UKM Buleleng memantau empat SPBU setelah pasokan dari Depo Manggis, Karangasem, terlambat. Antrean diperkirakan berangsur normal dalam…
Terbaru di Data Bali
Berita utama hari ini

Baca juga


