BPBD Karangasem Susun Peta Evakuasi Berbasis Banjar di Temukus
BPBD Karangasem bersama Desa Adat Temukus memanfaatkan teknologi pemetaan untuk menyusun jalur dan titik evakuasi berbasis banjar. Rencana ini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi erupsi Gunung Agung.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Amlapura — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem mengembangkan rencana evakuasi berbasis banjar dengan memanfaatkan teknologi pemetaan bersama Desa Adat Temukus. Langkah ini untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama erupsi Gunung Agung.
Kalaksa BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta menjelaskan, pengembangan rencana dilakukan melalui pelatihan pemetaan dan pengambilan data berbasis teknologi yang digelar pada Agustus 2026 dengan dukungan program SIAP SIAGA. Peserta dilatih menggunakan drone, aplikasi QGIS, Chatmap, Drone Tasking Manager, dan QField untuk menghimpun serta mengolah data lapangan secara lebih rinci.
Menurut Sugiharta, pemanfaatan teknologi diharapkan menghasilkan peta evakuasi yang lebih detail dan mudah dipahami masyarakat. Tujuannya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Desa Adat Temukus dalam perencanaan kesiapsiagaan bencana melalui pemanfaatan teknologi pemetaan dan pengumpulan data.
Pemetaan jalur dan titik penting
Data yang dikumpulkan tidak hanya berkaitan dengan kondisi geografis, tetapi juga point of interest atau titik penting yang dibutuhkan dalam penanganan bencana. BPBD dan peserta kemudian mengolah serta memvalidasi data bersama untuk memastikan jalur evakuasi dan lokasi yang tercantum dalam peta sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pendekatan berbasis banjar ditempatkan sebagai basis perencanaan karena banjar merupakan satuan komunitas terdekat dengan warga. Menurut BPBD, rencana evakuasi perlu turun sampai ke tingkat banjar agar penduduk tidak hanya mengetahui adanya ancaman, tetapi juga rute yang harus diikuti, tujuan evakuasi, dan titik kumpul ketika harus meninggalkan wilayah terdampak.
Di kawasan lereng Gunung Agung, termasuk Temukus dan desa-desa sekitarnya, jalur dan tanda evakuasi telah dipasang pada sejumlah titik setelah peningkatan aktivitas gunung pada tahun-tahun sebelumnya. Penguatan peta evakuasi berbasis banjar melanjutkan upaya tersebut dengan menambahkan informasi yang lebih rinci mengenai jalur, titik aman, dan prosedur evakuasi.
Data utama:
- Lokasi pengembangan: Desa Adat Temukus, Kabupaten Karangasem.
- Waktu pelatihan pemetaan: Agustus 2026.
- Teknologi yang digunakan: drone, QGIS, Chatmap, Drone Tasking Manager, QField.
Peran desa adat dan rencana pemetaan
Bendesa Adat Temukus I Nengah Sindia menyatakan, desa adat berharap memiliki peta evakuasi sendiri yang dapat dijadikan pedoman masyarakat. Peta tersebut diharapkan menjawab kebutuhan dasar saat bencana: tindakan yang harus dilakukan, jalur yang digunakan, dan lokasi berkumpul.
Temukus berada di sekitar kawasan rawan bencana Gunung Agung. Karena itu, kesiapsiagaan di tingkat desa adat dan banjar diperkuat melalui kesepakatan bersama yang mudah dipahami warga, termasuk pengaturan jalur evakuasi dan penetapan titik kumpul.
Sindia menambahkan, hasil pemetaan dan berbagai kesepakatan yang dicapai akan digunakan untuk menyempurnakan tata letak peta sebelum difinalkan. Informasi dalam peta dirancang agar bisa digunakan secara cepat dalam situasi darurat, selaras dengan pedoman penanggulangan bencana yang ditetapkan pemerintah daerah melalui Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Karangasem 2025–2029.
Dari pembagian peran yang dijelaskan, BPBD Karangasem memberikan dukungan teknis dan penguatan kapasitas pemetaan, sedangkan Desa Adat Temukus menjadi mitra utama dalam pengumpulan data, validasi lapangan, dan perumusan kebutuhan warga. Di tingkat provinsi, BPBD Bali bersama program SIAP SIAGA memfasilitasi forum yang membahas dan memvalidasi draf peta jalur evakuasi, prosedur evakuasi, serta berita acara kesepakatan untuk desa-desa di kawasan rawan bencana II, yang kemudian dilanjutkan dengan penyempurnaan tata letak peta.
Konteks Gunung Agung dan kebijakan daerah
Gunung Agung menjadi salah satu sumber ancaman utama di Karangasem, dengan jaringan seismograf dan peralatan pemantauan lain yang dipasang di sejumlah titik desa di sekitar gunung, termasuk kawasan Temukus. Kabupaten Karangasem juga telah memasang sirene peringatan dini erupsi di Dusun Temukus sebagai bagian dari rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana.
Peraturan Bupati Karangasem Nomor 27 Tahun 2024 tentang Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Karangasem 2025–2029 menetapkan penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai salah satu prioritas. Pengembangan peta evakuasi berbasis banjar di Temukus berada dalam kerangka kebijakan ini, dengan fokus pada penyesuaian rencana evakuasi terhadap kondisi sosial dan geografis setempat.
Sumber
Berita berikutnya


