BMKG Sebut Potensi Angin Kencang di Bali, Pelaku Wisata Diminta Waspada
BMKG dalam prakiraan cuaca sepekan periode 15–21 September 2026 menyebut adanya potensi angin kencang di Bali.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bali — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca sepekan periode 15–21 September 2026 yang menyebutkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali. Informasi ini penting bagi pelaku dan wisatawan pariwisata di Bali karena dapat memengaruhi keamanan dan kelancaran perjalanan, terutama untuk aktivitas laut dan udara.
Dalam keterangan di laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa pada periode 15–21 September 2026 atmosfer relatif kering dan cuaca didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan sedang di banyak wilayah. Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang di beberapa provinsi serta mencantumkan Bali sebagai salah satu daerah yang berpotensi mengalami angin kencang.
Masih dalam prakiraan yang sama, BMKG menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap angin kencang di Bali bersama sejumlah provinsi lain di Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Angin kencang berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi, termasuk pelayaran antarpulau dan wisata bahari, sehingga operator kapal cepat, penyedia jasa selam, dan wisata perahu perlu memperhatikan rilis resmi BMKG sebelum beroperasi.
Sementara itu, laporan prakiraan cuaca harian yang dirangkum Media Indonesia untuk 20 September 2026 menyebutkan bahwa Denpasar masuk kategori berawan tebal, tanpa indikasi hujan lebat pada hari tersebut. Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan hanya diperkirakan terjadi di Kupang, sedangkan Denpasar dan Mataram diprakirakan berawan tebal. Ini menunjukkan bahwa meski terdapat potensi angin kencang dalam prakiraan sepekan, kondisi pada 20 September di pusat aktivitas pariwisata Bali cenderung didominasi awan tebal.
Menurut prakiraan BMKG, periode 18–21 September 2026 secara umum ditandai cuaca cerah berawan hingga hujan sedang di banyak wilayah. Pada periode ini, perhatian utama diarahkan pada peningkatan hujan intensitas sedang dan hujan lebat di sejumlah provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, sementara Bali disebut khusus terkait potensi angin kencang.
Bagi sektor pariwisata di Bali, informasi cuaca tersebut relevan untuk perencanaan kegiatan luar ruang, perjalanan antarpulau, dan jadwal penerbangan. Angin kencang dapat meningkatkan risiko gelombang tinggi di laut terbuka serta memengaruhi kenyamanan dan keselamatan wisata bahari, meski data yang tersedia tidak menyebutkan secara rinci tinggi gelombang atau pembatasan operasional transportasi laut di sekitar Bali.
Pelaku usaha wisata dan wisatawan dianjurkan memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG menjelang dan selama periode 20–21 September 2026. Mengacu pada pola yang disampaikan BMKG, perubahan cuaca dapat terjadi dalam skala harian, sehingga pengecekan berkala terhadap informasi resmi menjadi penting sebelum melakukan perjalanan laut, aktivitas selam, atau wisata pantai.
Sumber
Berita berikutnya

Kerja Sama Pengelolaan Tanah Lot Berakhir 17 November 2026
Masa kerja sama pengelolaan DTW Tanah Lot antara Pemkab Tabanan dan Desa Adat Beraban berakhir pada 17 November 2026. Menjelang tenggat, pengelola mem…

