Berapa Anggaran Pembinaan Atlet Muda Bali pada 2025?
Pembinaan atlet muda Bali pada 2025 ditopang alokasi dekonsentrasi Rp688.532.000. Capaian Buleleng di Porjar dan penyelenggaraan kejuaraan anggar Asia memberi gambaran jalur pembinaan olahraga di Bali.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Pembinaan atlet muda Bali pada 2025 mendapat alokasi dekonsentrasi sebesar Rp688.532.000 untuk pengelolaan sentra pembinaan olahragawan muda. Angka itu tercantum dalam Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 99 Tahun 2025, sementara data prestasi pelajar menunjukkan Buleleng meraih 134 emas di Porjar Bali 2025, menurut laporan detikBali.
Berapa anggaran pembinaan atlet muda Bali?
Alokasi untuk Provinsi Bali tercatat Rp688.532.000. Dana itu berada pada kegiatan “Pengelolaan Sentra Pembinaan Olahragawan Muda” dalam anggaran dekonsentrasi Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2025, menurut Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 99 Tahun 2025.
Keputusan tersebut ditetapkan pada 13 Juni 2025. Dokumen itu mencatat Bali sebagai satuan kerja penerima alokasi pada bidang keolahragaan.
Prestasi apa yang menjadi gambaran pembinaan pelajar?
Buleleng menjadi juara umum III Porjar Bali 2025 dengan 134 medali emas, 139 perak, dan 190 perunggu, menurut detikBali pada 4 September 2025. Angka tersebut merupakan capaian kontingen Buleleng dalam Porjar Bali 2025.
Laporan yang sama menyebut Buleleng juga meraih juara umum II O2SN dengan 11 medali dan meloloskan delapan atlet ke tingkat nasional. Pada Peparprov Bali 2025, Buleleng mengoleksi 13 medali yang terdiri atas 5 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Bagaimana bentuk penghargaan bagi atlet?
Pemerintah Kabupaten Buleleng mengucurkan bonus Rp1,818 miliar bagi atlet, pelatih, dan ofisial yang berprestasi dalam Porjar Bali, O2SN, dan Peparprov Bali 2025, menurut detikBali. Bonus itu diberikan berdasarkan raihan medali pada tiga ajang tersebut.
Untuk peraih medali emas perorangan tingkat provinsi, bonus yang dilaporkan sebesar Rp2 juta. Peraih emas nomor ganda menerima Rp1,8 juta, sedangkan nomor beregu menerima Rp1,6 juta.
Apa kaitannya dengan kompetisi internasional di Bali?
Bali juga menjadi lokasi Asian Fencing Championships 2025 pada 17-23 Juni 2025. Kementerian Pemuda dan Olahraga mencatat kejuaraan itu diikuti 426 atlet dari 27 negara Asia, sedangkan Indonesia menurunkan 25 atlet hasil seleksi nasional.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan foil, saber, dan epee dalam nomor individu serta beregu. Data ini menunjukkan bahwa ekosistem olahraga Bali mencakup pembinaan atlet muda, kompetisi pelajar, dan penyelenggaraan kejuaraan internasional.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Budaya
Dadia Tukadmungga Diminta Pasang CCTV dan Jaga Malam
Desa Adat Dharmajati menyarankan dadia di Tukadmungga, Buleleng, memasang CCTV dan mengatur jaga malam bergiliran setelah 11 pratima hilang. Jadwal da…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





