Benoa Dinilai Siap Naik Kelas Jadi Pangkalan Kapal Pesiar
Pelabuhan Benoa di Denpasar memiliki dermaga pesiar 500 meter dan kedalaman alur hingga minus 12 meter LWS. Pemerintah dan Pelindo menilai fasilitas ini membuka peluang Benoa dikembangkan sebagai pangkalan kapal pesiar internasional.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Denpasar — Pemerintah menilai Pelabuhan Benoa di Denpasar memiliki modal awal untuk dikembangkan sebagai pangkalan kapal pesiar internasional atau home port, seiring peningkatan fasilitas pelabuhan dan tren kunjungan kapal pesiar ke Bali.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menyampaikan peluang tersebut dalam sebuah pemaparan mengenai percepatan pertumbuhan pariwisata kapal pesiar Indonesia, dengan menyoroti Benoa sebagai salah satu simpul utama yang sedang dibenahi.
Menurut Puspa, pemerintah membuka ruang kerja sama dengan operator kapal pesiar global agar Indonesia dapat berperan sebagai home port kapal pesiar internasional, bukan hanya pelabuhan singgah.
Kapasitas dan tren kunjungan kapal pesiar
Pelabuhan Benoa memiliki dermaga pesiar sepanjang 500 meter yang didukung kedalaman alur dan kolam pelabuhan hingga minus 12 meter pada kondisi low water spring (LWS).
Kedalaman tersebut memungkinkan kapal pesiar berbadan besar, dengan panjang lebih dari 350 meter, untuk bersandar langsung di dermaga setelah sebelumnya hanya bisa berlabuh di luar pelabuhan.
Dengan konfigurasi dermaga dan kolam itu, Benoa disebut mampu menampung dua hingga tiga kapal pesiar secara bersamaan.
Data Pelindo Regional 3 Cabang Pelabuhan Benoa menunjukkan tren kunjungan kapal pesiar terus meningkat.
Pada 2023, Benoa melayani 48 kunjungan kapal pesiar.
Jumlah itu naik menjadi 59 kunjungan pada 2024.
Untuk 2025, Pelindo memproyeksikan 77 kunjungan kapal pesiar ke Benoa, seiring meningkatnya minat operator dan wisatawan terhadap pelayaran ke Bali.
Pelindo juga mencatat bahwa pada 2023 arus penumpang kapal pesiar di Benoa mencapai 78.241 orang, meningkat menjadi 107.717 penumpang pada 2024.
Hingga awal November 2025, sudah 49 kapal pesiar bersandar dengan 96.013 penumpang, dan total kedatangan tahun itu diperkirakan mencapai 66 kapal.
Peluang ekonomi bagi Bali
Pemerintah memandang pariwisata maritim sebagai salah satu sektor yang dapat menambah kontribusi ekonomi, dengan Benoa menjadi salah satu pintu masuk wisatawan kapal pesiar ke Bali.
Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada 2024 mencapai 6.333.360 orang, naik 20,10 persen dari 5.273.258 kunjungan pada 2023.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut, berdasarkan data BPS, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2024 sekitar 13,9 juta orang, dengan sekitar 6,3 juta di antaranya datang ke Bali atau sekitar 45 persen dari total.
Dalam konteks itu, penguatan fasilitas Benoa untuk melayani kapal pesiar dinilai dapat mendukung posisi Bali sebagai salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara.
Pemerintah sebelumnya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2025 berada di kisaran belasan juta kunjungan, sehingga kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Menuju model home port
Konsep home port umumnya menuntut kepastian jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal, layanan penumpang yang memadai, konektivitas transportasi, serta kesepakatan komersial jangka panjang dengan operator kapal pesiar.
Pelindo Regional 3 sejak beberapa tahun terakhir menyiapkan pengembangan terminal penumpang kapal pesiar di Benoa agar pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan transit, tetapi dapat menjadi pangkalan kapal pesiar.
Rencana itu mencakup peningkatan fasilitas sehingga terminal dapat menampung ribuan penumpang dan didukung alur pelayaran dengan kedalaman hingga minus 12 meter LWS.
Selain Benoa, pemerintah juga menyebut Labuan Bajo, Lombok, dan Raja Ampat sebagai kawasan yang memiliki peluang untuk dikembangkan dalam pariwisata maritim dan pelayaran kapal pesiar.
Dengan kombinasi peningkatan fasilitas pelabuhan, tren kenaikan kunjungan kapal pesiar, dan besarnya kontribusi Bali terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Benoa diposisikan sebagai salah satu kandidat utama untuk pengembangan home port kapal pesiar di kawasan.
Sumber
Berita berikutnya

Bupati Satria Lepas Peserta Fun Run Locatide Festival Nusa Penida
Bupati Klungkung I Made Satria melepas 112 peserta Fun Run 5 kilometer di Amarta Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, Sabtu, 19 September 2026.

